Thursday, 9 Ramadhan 1439 / 24 May 2018

Thursday, 9 Ramadhan 1439 / 24 May 2018

PB PASI Belum Putuskan Atlet yang Tampil di Asian Games

Selasa 13 February 2018 19:37 WIB

Rep: Lintar Satria Zulfikar/ Red: Endro Yuwanto

Atlet Loncat Galah Indonesia Fauzan Richsan Idan melakukan lompatan pada final lompat galah ajang 18th Asian Games Invitation Tournament di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Selasa (13/2).

Atlet Loncat Galah Indonesia Fauzan Richsan Idan melakukan lompatan pada final lompat galah ajang 18th Asian Games Invitation Tournament di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Selasa (13/2).

Foto: Republika/Prayogi
Untuk bisa bersaing di Asian Games masih banyak tahapan latihan yang harus dilalui.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Mohamad Bob Hasan belum memastikan atlet yang akan diturunkan pada Asian Games 2018 nanti. Karena para atlet atletik Indonesia baru berlatih secara umum dan belum memfokuskan latihan persiapan Asian Games.

"Tergantung atlet seniornya cedera atau tidak," kata Bob, Selasa (13/2).

Bob mengatakan, atlet yang akan turun di Asian Games nanti tergantung dari kesiapan sang atletnya sendiri. Karena, saat ini para atlet belum melakukan latihan khusus. Untuk bisa bersaing di Asian Games masih banyak tahapan latihan yang harus dilalui. "Kecepatannya belum, angkat bebannya belum, nanti kalau sudah sebulan baru kami siap," jelasnya.

Di Invitation Tournament Asian Games 2018, lanjut Bob, tim atletik baru pemanasan. Ia mengatakan, masih ada waktu lima bulan sebelum Asian Games digelar pada 18 Agustus sampai 2 September 2018. "Nanti siapa yang siap kami turunkan," katanya.

Selain itu, faktor cedera juga akan menjadi salah satu pertimbangan untuk memutuskan siapa atlet yang akan diturunkan. Tim medis tim atletik Indonesia Dr Ermita Ilyas mengatakan, atlet atletik sangat rentan cedera terutama para sprinter.

Karena itu, menurut Ermita, tim atletik membutuhkan pelapis. Ia menggarisbawahi, para sprinter sangat rentan cedera sementara proses pemulihannya berlangsung lama.

"Atlet sprinter mudah mengalami cedera biasanya cederanya hamstring. Untuk pemulihan butuh waktu yang cukup lama. Sehingga kadang-kadang atlet tidak tampil pada saatnya sehingga butuh lapisan kedua untuk menjadi back-up atlet yang cedera," kata Ermita.

Salah satu cara untuk mengurangi risiko cedera, lanjut Ermita, atlet harus berlatih atau bertanding di trek yang bagus. "Jadi memang saya kira perlu sekali atlet itu beberapa lapis. Karena atlet itu rentan terhadap cedera. Tapi dengan trek bagus, itu sangat mengurangi cedera."

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA