Jumat, 7 Jumadil Akhir 1439 / 23 Februari 2018

Jumat, 7 Jumadil Akhir 1439 / 23 Februari 2018

"Masih Banyak yang Harus Dibenahi Sebelum Asian Games"

Rabu 14 Februari 2018 20:01 WIB

Rep: Lintar Satria Zulfikar/ Red: Endro Yuwanto

Pelari putra Sri Lanka R.M.S. Pushpalrumara (kanan) melintasi rintangan diikuti dua pelari Indonesia Atjong Tio Purwanto (tengah) dan Elizar Gamashi pada lari halang rintang 3000m putra 18th Asian Games Invitation Tournament di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Rabu (14/2).

Pelari putra Sri Lanka R.M.S. Pushpalrumara (kanan) melintasi rintangan diikuti dua pelari Indonesia Atjong Tio Purwanto (tengah) dan Elizar Gamashi pada lari halang rintang 3000m putra 18th Asian Games Invitation Tournament di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Rabu (14/2).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Inasgoc sudah melakukan rapat terkait sport presentation.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia harus terus berbenah setelah menggelar Invitation Tournament Asian Games 2018 sebelum menghadapi ajang sesungguhnya, Asian Games pada 18 Agustus sampai 2 September mendatang. Direktur Venue and Enviroment Asian Games 2018 Arlan Lukman mengatakan, salah satu yang harus dibenahi adalah sport presentation.

"Seperti ketika di basket misalnya nama-nama pemain dipanggil atau suara tepuk tangan meski nggak ada penontonnya, atmosfer pertandingan," kata Arlan di Hotel Century, Rabu (14/2).

Selain itu ada kalanya MC pertandingan salah menyebutkan nama atlet dari negara lain. Arlan pun menyesalkan hal tersebut sering kali terjadi di Invitation Tournament. "Menyebut nama Indonesia lancar, India pelan, Myanmar semakin pelan lagi, susah memang tapi sebagai MC seharusnya mengucapkan berulang-ulang sebelum mic menyala," katanya.

Untuk mengatasi hal ini Arlan mengatakan Inasgoc sudah melakukan rapat terkait sport presentation. Arlan mengatakan, Ketua Inasgoc Erick Thohir pun sudah meminta ada pedomannya untuk sport presentation. "Olah raga itu familiarisasi, seperti tolak peluru, kalau MC-nya salah membingungkan penonton, arahan dari ketum sudah ditetapkan harus ada pedoman di sport presentation," jelasnya.

Departement Venue and Enviroment Inasgoc juga berhadapan dengan persoalan overlay di venue basket yang terlalu kecil. Sehingga ruangnya terasa sempit. Karena menyesuaikan dengan standar yang ditetapkan OCA, maka Arlan memasukan ambulans ke dalam tenda overlay.

"Karena standar dari OCA ambulans itu harus sedekat mungkin dari jalur evakuasi pemain, tapi keluarnya gimana di depan ada booth sponsor ada barikade," kata Arlan.

Arlan mengatakan, rencananya ia ingin meletakkan booth sponsor di luar venue. Tapi ternyata tidak mendapat izin karena itu booth sponsor yang harus diakomodasi dimasukkan ke dalam tenda overlay.

Hal-hal teknis di venue masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum Asian Games berlangsung. "Yang terpenting pada 18 Agustus nanti Indonesia bisa mempersembahkan Asian Games dengan baik," kata Arlan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES