Sabtu, 5 Sya'ban 1439 / 21 April 2018

Sabtu, 5 Sya'ban 1439 / 21 April 2018

TGB Ingin NTB dan Bali Terpilih Tuan Rumah PON 2024

Selasa 17 April 2018 05:11 WIB

Red: Israr Itah

Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Provinsi NTB di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB, Senin (16/4).

Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Provinsi NTB di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB, Senin (16/4).

Foto: dok. Humas Pemprov NTB
Ia telah memerintahkan KONI NTB menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi atau akrab dikenal Tuan Guru Bajang (TGB) mendukung penuh daerahnya dan Bali menjadi tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional XXI/2024. Ia menuturkan, telah memerintahkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB untuk terus menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak sehingga NTB dan Bali dapat menjadi tuan rumah PON 2024.

"Kita tunggu hasil bidding yang dilaksanakan 24 April," ujarnya.

Menurut TGB, jika NTB dan Bali menjadi tuan rumah PON 2024, akan berdampak pada peningkatan ekonomi, infrastruktur dan fasilitas olahraga. Ini juga akan berdampak pada ekonomi masyarakat.

Pimpinan dan Komisi di DPRD NTB juga mendukung NTB dan Bali menjadi tuan rumah bersama PON XXI/ 2024.

Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB yang membidangi olahraga, HMNS Kasdiono juga berharap NTB bisa menjadi tuan rumah PON 2024. Bahkan, ia menyatakan bahwa NTB sangat serius ingin menjadi tuan rumah PON.

"Seluruh personel KONI NTB juga sedang melobi ke semua provinsi termasuk lobi politik. NTB mengedepankan sportivitas paling penting," jelasnya.

Untuk menjadi tuan rumah, NTB dan Bali menawarkan PON 2024 akan berbeda dari PON yang pernah ada sebelumnya. NTB dan Bali, kata dia, menawarkan sport tourism dan budaya. 

"Perhelatan olahraga berskala nasional yang dikemas menjadi daya tarik turis mancanegara tetapi tetap mempertontonkan budaya lokal sebagai kekuatan daerah," terangnya.

Karena itu, jika NTB dipercaya menjadi tua rumah PON, akan menjunjung tinggi sportivitas agar pelaksanaan PON bermartabat. 

"Kami jamin, tidak akan ada kursi yang melayang setelah kegiatan, 100 persen atlet adalah produk dalam negeri karena pada dasarnya PON ini diadakan untuk mempersatukan masyarakat, soal fasilitas NTB dan Bali, tidak akan mengecewakan," ujar Kasdiono.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA