Senin, 6 Ramadhan 1439 / 21 Mei 2018

Senin, 6 Ramadhan 1439 / 21 Mei 2018

Panjat Tebing Indonesia Waspadai Tiga Pesaing di Asian Games

Kamis 17 Mei 2018 02:10 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Israr Itah

Tim panjat tebing Indonesia berfoto bersama Duta Besar RI untuk Cina, Djauhari Oratmangun (berdasi) dan Wakil Dubes Listyowati (berdiri tengah).

Tim panjat tebing Indonesia berfoto bersama Duta Besar RI untuk Cina, Djauhari Oratmangun (berdasi) dan Wakil Dubes Listyowati (berdiri tengah).

Foto: ANTARA FOTO/M Irfan Ilmie
Tim panjat tebing Indonesia hanya perlu menjaga kondisi fisik atlet.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim panjat tebing Indonesia mewaspadai tiga pesaing pada Asian Games 2018 yang akan diperlombakan di Palembang, Agustus 2018. Selain Cina dan Kazakhstan, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) juga memantau kekuatan Singapura.

"Kami sudah cukup nyaman untuk tim putri. Tapi pada tim putra, kami masih punya peluang 50:50 dengan tiga negara Asia itu," kata Sekretaris Jenderal FPTI Sapto Hardiono, saat penyambutan tim panjat tebing Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (16/5).

Ia mengatakan, tim panjat tebing Indonesia hanya perlu menjaga kondisi fisik atlet selain peningkatan kecepatan panjatan saat lomba. Tim panjat tebing Indonesia, menurut Sapto, telah mengevaluasi penampilan atlet-atlet mereka setelah mengikuti tiga seri Piala Dunia Panjat Tebing di Rusia dan Cina pada 21 April hingga 13 Mei 2018.

Menurut Sapto, ada kesalahan dalam pemanjatan. Ada yang terkena jari sehingga pegangan tidak kuat dan terpeleset, sehingga gagal meraih medali emas di Rusia.

Sapto mengatakan, para pelatih FPTI meminta atlet-atlet mereka untuk tidak memaksakan diri ketika berlatih agar fokus saat perlombaan. "Kami memantapkan kondisi atlet saat sesi latihan agar fisik mereka terjaga," katanya.

Pada seri Piala Dunia Panjat Tebing di Moskow, Rusia, 21-22 April 2018, tim Merah-Putih meraih medali perunggu atas nama Veddriq Leonardo pada nomor speed world record.

Kemudian pada seri Piala Dunia di Chongqing, Cina, 5-7 Mei, tim Indonesia merebut satu medali emas atas nama Aries Susanti Rahayu, satu perak atas nama Aspar Jaelolo, dan satu perunggu atas nama Puji Lestari.

Terakhir pada seri Piala Dunia di Tai'an, Cina, 12-13 Mei, tim panjat tebing Indonesia meraih dua medali perak dan satu medali perunggu. Medali perak dipersembahkan oleh Sabri dan Agustina Sari. Sedangkan medali perunggu diraih Aries Susanti Rahayu. 

Pelatih FPTI Caly Setiawan menambahkan, hasil tiga seri yang baru diikuti cukup baik. Akan tetapi, menurut Caly, para pemanjat tebing Indonesia belum konsisten.  Ia mengatakan inkonsistensi tersebut yang menjadi bahan utama evaluasi tim pelatih menjelang Asian Games 2018. 

Caly mengungkapkan, ada tiga aspek penting yang harus diperbaiki saat pemusatan latihan lanjutan menjelang Asian Games saat ini. Pertama, basis waktu panjat para atlet yang fluktuatif, khususnya di nomor speed. Kata dia, catatan waktu para atlet saat latihan sebetulnya mampu memecahkan rekor dunia. Tetapi saat turnamen resmi, para atlet menghasilkan catatan waktu tak sebaik saat latihan.

Evaluasi lainnya menyangkut soal mental dan ketahanan fisik. Tapi paling penting saat ini, yaitu evaluasi pada atlet-atlet pelapis kedua. Tim pelatih FPTI membagi para atlet menjadi tiga level. Kualitas antar-level dinilainya masih cukup jauh.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES