Selasa , 21 Maret 2017, 07:45 WIB

Wasit Asal Ghana Dilarang Pimpin Laga Seumur Hidup

Rep: Agus Raharjo/ Red: Andri Saubani
REUTERS
Wasit memberikan kartu merah (ilustrasi)
Wasit memberikan kartu merah (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, DAKAR —FIFA memutuskan untuk melarang wasit asal Ghana, Joseph Lamtey untuk memimpin pertandingan seumur hidup akibat dugaan manipulasi laga. Larangan itu terkait keputusan sang wasit yang dia berikan pada tim nasional Afrika Selatan pada kemenangan 2-1 melawan Senegal saat laga kualifikasi Piala Dunia, November lalu.

Lamptey menghukum Kalidou Koulibaly untuk sebuah handball dan memberi Afrika Selatan hadiah tendangan penalti. Namun, dari tayangan ulang rekaman video menunjukkan bola hanya membentur lutut sang pemain, bukan mengenai tangannya. FIFA akan memberi rincian soal kasus ini lebih lanjut setelah keputusan larangan seumur hidup pada Ghana ini sudah final dan mengikat.

Lamptey dapat mengajukan banding ke FIFA atas keputusan larangan ini dan mengajukannya ke Badan Arbitrase Olahraga. Salah satu asisten Lamptey di laga itu, David Laryea, juga dari Ghana, diberhentikan oleh Komite Disiplin FIFA.

Kemenangan Afrika Selatan atas Senegal ini membuat Afsel menduduki posisi kedua di atas Senegal dalam dua pertandingan yang sudah dilakoni. Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) sendiri membuat pengaduan ke FIFA atas ulah Lamptey itu dan senang dengan keputusan FIFA.

“Saat ini ada banyak alasan untuk menjadi bahagia tentang keputusan ini, sebab keputusan ini akan diingat bukan hanya secara signifikan tapi juga untuk memberi peringata pada semua orang bahwa mereka sedang diawasi,” kata Wakil Presiden FSF, Abdoulaye pada BBC Sport, Selasa (21/3).

Dia menambahkan, seluruh kecurangan akan mendapat hukuman setimpal. FIFA sudah membuat keputusan besar untuk memutus hukuman Lamptey ini. FIFA juga sudah berjanji dalam keputusannya untuk melakukan pembicaraan ulang terkait pertandingan itu ketika putusan itu sudah final dan mengikat.