Jumat , 31 March 2017, 15:34 WIB

Studi Temukan Fakta tidak Semua Orang Katalan Benci Madrid

Rep: Febrian Fachri/ Red: Andri Saubani
EPA/Toni Albir
Sekelompok aktivis memasang bendera Catalan di Kota Barcelona, Spanyol.
Sekelompok aktivis memasang bendera Catalan di Kota Barcelona, Spanyol.

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA – Banyak orang berkesimpulan konflik politik antara Provinsi Katalan dengan Spanyol telah merembet ke sepak bola. Katalan sampai kini masih berupaya memisahkan diri dari negeri Matador. Katalan juga sudah punya timnas sendiri. Fans-fans Barca kerap membumbui kebencian terhadap Real Madrid yang mereka anggap klub yang merepresentasikan pemerintah Spanyol.

Namun, anggapan semua orang Catalan benci terhadap Madrid dan timnas Spanyol tidak sepenuhnya benar. Studi terbaru ditemukan oleh Centre of Opinion Studies for Generalitat. Lembaga ini melakukan wawancarai dengan seluruh sampelnya adalah orang-orang Katalan yang paham dengan sepak bola.

Dikutip dari Marca, Jumat (31/3), ada 10,4 persen masyarakat Katalan punya rasa respek terhadap Real Madrid. Mereka menilai rivalitas dengan Barcelona tidak lebih dari perseteruan di atas lapangan semata. Sebanyak 77,5 persen dari masyarakat Katalan merupakan fan berat Barcelona. Sisainya, 3,6 persen responden mengakui sebagai pendukung Espanyol, 1,4 pendukung Athletic Bilbao dan 1,2 persen adalah fan Atletico Madrid.

Kemudian kesimpulan juga ditarik Centre of Opinion Studies for Generalitat tentang respons orang-orang Katalan terhadap Timnas Spanyol. 54,9 persen orang Katalan masih mendukung La Furia Roja. Karena, sebagian dari skuat utama Spanyol merupakan pemain Barcelona. Andres Iniesta, Carles Puyol, Xavi Hernandez merupakan pemain Barcelona yang punya kontribusi besar membawa Spanyol juara Piala Eropa (2008, 2012) dan Piala Dunia 2010.