Selasa , 04 April 2017, 19:30 WIB

Dunia Sepak Bola Berduka untuk Korban Bom Saint Petersburg

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Andri Saubani
AP Photo/Pavel Golovkin
Seorang pria meletakkan bunga mengenang korban ledakan kereta bawah tanah St Petersburg di depan dinding Kremlin di Moskow, Rusia, Selasa (4/4).
Seorang pria meletakkan bunga mengenang korban ledakan kereta bawah tanah St Petersburg di depan dinding Kremlin di Moskow, Rusia, Selasa (4/4).

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW – Aksi terorisme kembali terjadi, kali ini berlokasi di Ibu Kota Rusia, Moskow. Teror bom yang menewaskan 11 orang itu terjadi di stasiun Kereta Api Moskow pada, Senin (3/4) kemarin. Bom meledak seketika di dalam kereta yang tengah berjalan dari Stasiun Sennaya Ploschad ke Tekhnonologichesky Institute.

Atas kejadian keji tersebut, beberapa penggiat sepak bola profesional dan klub lokal Rusia mengucapkan rasa belasungkawa. Antara lain, Axel Witsel, dan mantan klubnya Zenit St Petersburg, serta Spartak Moskow.

Axel Witsel merupakan pesepak bola asal Belgia yang sempat berkarier di Rusia bersama Zenit St. Petersburg selama lima musim. Namun, kini dirinya sudah menyeberang ke Cina dan bergabung bersama Tianjin Quanjian. "Semua pikiran, rasa berduka, dan doa saya akan diberikan kepada semua orang yang terkena dampak dari tragedi ini. Tetap kuat St. Petersburg," tulis gelandang berusia 28 tahun melalui akun Twitter resminya, Selasa (4/4).

Selain itu, klub Zenit St. Petersburg dan juga rival mereka, Spartak Moskow tak ketinggalan untuk memberikan ucapan kepada para korban. "Zenit Football Club ingin menyampaikan rasa simpati yang paling dalam dan belasungkawa kepada semua orang yang terkena dampak ledakan di Stasiun Kereta Api St. Petersburg," ujarnya dalam akun Twitter resmi klub, @fczenit_en.

Sementara Spartak Moskow menulis "Hari ini merupakan hari yang sangat tragis, satu menit untuk berkabung bagi setiap orang yang tewas di St. Petersburg."

Selain bom yang meledak di antara stasiun Sennaya Ploschad ke Tekhnologichesky Institute, pasukan antiteror Rusia juga menemukan bom kedua di Stasiun Ploschad Vosstaniya. Beruntung, bom tersebut berhasil dijinakkan sebelum meledak dan menewaskan lebih banyak korban.

Kabarnya, bom tersebut lebih besar dari bom yang meledak pertama yang dinilai mengandung zat TNT (Trinitrotoluena) seberat 1 kg. Belum ada kepastian pihak mana yang bertanggung jawab atas aksi teror itu.