Rabu , 03 Mei 2017, 21:12 WIB

Analisis Derby Madrid: Efisiensi CR7

Rep: Gilang Akbar Prambadi/ Red: M.Iqbal
EPA/Javier Lizon
Striker Real Madrid Cristiano Ronaldo merayakan kemenangan timnya atas Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Liga Champions di Santiago Bernabeu, Rabu (3/5) dini hari WIB. Madrid menang 3-0.
Striker Real Madrid Cristiano Ronaldo merayakan kemenangan timnya atas Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Liga Champions di Santiago Bernabeu, Rabu (3/5) dini hari WIB. Madrid menang 3-0.

REPUBLIKA.CO.ID,MADRID--Pertandingan mudah untuk tuan rumah. Begitulah media-media olahraga terkemuka Eropa menulis tajuk pemberitaan mereka soal laga Real Madrid kontra Atletico Madrid di Santiago Bernabeu, Rabu (3/5) dini hari WIB.

Pada laga leg pertama semifinal Liga Champions musim 2016/2017 itu, tuan rumah tampil dominan ketimbang tim tamu. Skor tiga gol tanpa balas untuk kemenangan Madrid cukup jelas mengambarkan perbedaan kekuatan kedua tim.

Tanpa mengurangi respek untuk Atletico, pertandingan Derby Madrid jilid tiga musimini memang sepenuhnya dikuasai oleh Los Blancos. Tak berlebihan jika media-media olahraga Benua Biru melabeli pertandingan tersebut merupakan laga yang mudah untuk Madrid.

Bicara statistik, Madrid unggul segalanya dari Atletico. Dilansir laman resmi UEFA, tim besutan Zinedine Zidane ini menguasai 61 persen penguasaan bola lewat 673 operan dengan tingkat akurasi mencapai 91 persen. Bandingkan dengan performa Atletico yang cuma 39 persen aliran bola lewat 422 operan dengan akurasi enam persen lebih rendah.

Beralih ke jumlah tembakan, Madrid unggul dengan membuat 16 percobaan. Rinciannya, delapan tepat sasaran, enam melenceng, dan dua lainnya bisa diblok oleh pemain bertahan Atletico. Sedangkan tim tamu, setengah dari yang dihasilkan Madrid saja tidak.

Los Rojiblancos cuma tercatat melepaskan empat tembakan. Tiga melenceng dan cuma satu yang menemui sasaran. Jumlah tembakan yang sedikit ini membuktikan miskinnya peluang yang dilahirkan oleh Atletico dalam laga tersebut.

Bila melihat papan skor, tak sulit untuk menebak siapa pahlawan kemenangan Madrid pada laga ini. Di sana, nama bomber Madrid Cristiano Ronaldo tiga kali tercantum sebagai pencetak gol. Ya, sang mega bintang memang jadi pembeda pada laga tersebut. Trigolnya pada laga tadi membuktikan konsistensinya dalam melubangi gawang lawan.

Pada laga sebelumnya, leg kedua perempat final, Ronaldo juga mencetak hat trick. Kala itu Bayern Muenchen jadi korbannya. Madrid memang mampu menghasilkan 16 tembakan dengan setengahnya mengenai sasaran dan tiga di antaranya berbuah gol.

Sebagai ujung tombak, CR7 menunjukan peranan penuh terhadap kontribusi lahirnya banyak tembakan yang dilepas timnya. Ada lima tembakan yang pemain 32 tahun ini lepaskan. Di sinilah hebatnya seorang Ronaldo. Dari lima tembakan tersebut, memang ada satu yang melenceng dan lainnya bisa diblok oleh bek lawan.

Akan tetapi, tiga tembakkan yang bisa ia hujamkan tepat mengarah gawang, semuanya berhasil masuk. Tiga tembakan tiga gol. Ini mengindikasikan Ronaldo sangat efektif dan efisien dalam melakukan penyelesain akhir. Dalam istilah sepak bola kemampuan ini dikenal dengan istilah 'Clinical Strike'. 

Efisiensi Ronaldo pada laga tadi tak lepas dari pola permainan Madrid yang menitikberatkan kepada umpan langsung ke dalam kotak penalti. Dengan gaya permainan tersebut, absennya winger gesit Gareth Bale yang ulung membelah pertahanan lawan dari pinggir lapangan tak menjadi masalah. Sebagai gantinya, Zidane memilih memainkan pemain bertipe gelandang tengah, Isco.

Tetap dengan pakem 4-4-3, Zidane tidak membangun serangan dengan mengandalkan sayatan winger di kiri dan kanan. Bola silang melambung jadi andalan. Hal ini didukung dengan formasi fleksibel yang kerap berubah menjadi 4-4-2 dengan menempatkan Ronaldo dan Karim Benzema di lini depan  

Tiga gol yang Ronaldo buat jadi buktinya. Gol pertama eks pemain Manchester United (MU) ini pada menit ke-10 lahir via dua kali umpan crossing dari area sayap kanan yang dilepaskan mengarah kepadanya. Pertama dari Sergio Ramos, bola diangkat menuju Ronaldo tapi bisa diserobot bek lawan.

Si kulit bundar lalu kembali ke wilayah kanan serangan Madrid. Di sana, Carlos Casemiro yang mendapatkan bola langsung mengumpan kembali kepada Ronaldo. Kali ini bola menemui berhasil disambut kepala Ronaldo yang langsung menyundulnya hingga masuk.

Gol kedua agak berbeda tapi dengan proses serupa. Bola yang dikuasai Marcelo di area kiri tengah lapangan tak ia dorong untuk lalu mengacak sisi kanan pertahanan lawan. Pada momen tersebut, tepatnya menit ke-76, bek kiri kelahiran Brasil ini justru langsung memberikan bola ke depan kotak 16 lawan.

Di sana ada Benzema yang sudah menunggu, tapi bola kemudian mengarah kepada Ronaldo. Mendapatkan ruang tembak, kapten Portugal ini langsung melepaskan tembakan setengah voli yang tak bisa dihalau kiper Atletico Jan Oblak.

Untuk gol ketiga, giliran Lucas Vasquez yang melepaskan umpan dari sayap kanan, kali ini mendatar dan bisa disambut dengan baik oleh Ronaldo. Madrid pun Unggul telak pada menit ke-86.

Kebalikan dari Madrid, Atletico justru sangat kesulitan untuk membuka pertahanan lawannya. Duet ujung tombak Antoine Griezmann dan Kevin Gameiro yang ditopang oleh Yannick Carrasco, Gabi, Koke, dan Saul tak membuahkan hasil. Upaya untuk menambah daya gedor dengan memasukkan Fernando Torres dan Nicolas Gaitan pun tak berbuah hasil.

Dari semua pemain yang disebutkan pada paragraf tersebut, tak satupun yang bisa melepaskan tembakan ke arah gawang Madrid. Pada laga tadi, palang pintu terakhir tim tuan rumah Keylor Navas benar-benar sedang menikmati hari yang santai.

Tak heran, pertandingan yang banyak diharapkan bisa berjalan dengan saling jual beli serangan itu malah tak sesuai harapan. Madrid begitu dominan. Atletico pun masih tak bisa menghentikan laju tim yang mengandaskan mereka pada final Liga Champions 2013/2014 dan 2015/2016 itu.