Jumat , 09 Juni 2017, 11:30 WIB

UEA Sensor Logo 'Qatar Airways' di Seragam FC Barcelona

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Ratna Puspita
Mariscal/EPA
Pelatih Barcelona FC Luis Suarez dan  Neymar Jr pada gelaran final Piala Raja Spanyol, di Stadion Vicente Calderon, Madrid, Spanyol, Ahad (28/5) dini hari
Pelatih Barcelona FC Luis Suarez dan Neymar Jr pada gelaran final Piala Raja Spanyol, di Stadion Vicente Calderon, Madrid, Spanyol, Ahad (28/5) dini hari

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI -- Media sosial Twitter di Uni Emirat Arab (UEA), pada Kamis (8/6), diramaikan dengan unggahan foto yang memperlihatkan penyensoran terhadap logo Qatar Airways di seragam klub sepakbola Spanyol, FC Barcelona. Penyensoran tersebut diyakini sebagai buntut dari ketegangan anatara UEA dan beberapa negara teluk lainnya dengan Qatar. 

Dilaporkan laman Al Araby, pengguna Twitter UEA mengklaim bahwa foto yang viral tersebut dipotret di sebuah mal, namun tak diketahui lokasi pastinya. Foto itu menunjukkan iklan di sebuah papan reklame yang memampang tiga penyerang utama FC Barcelona, yakni Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar. 

Namun yang menarik perhatian adalah bagian logo pada seragam ketiga pemain tersebut. Logo bertuliskan Qatar Airways yang tertera di seragam mereka disensor atau tepatnya ditimpa dengan cat putih. 

Warganet UEA menilai pemerintah mereka sedang berupaya melarang dan menghapuskan kata "Qatar" dari pandangan publik. Hal itu memicu spekulasi daring dan beberapa pertanyaan dari warga UEA. Misalnya, ketika mereka mengenakan seragam FC Barcelona dengan logo sponsor Qatar Airways, apakah mereka akan terlibat masalah dengan hukum. 

Kendati belum diketahui secara jelas terkait penyensoran seragam FC Barcelona tersebut, pemerintah UEA telah menegaskan siapapun warganya yang mengungkapkan simpati kepada Qatar akan diganjar hukuman. Hukuman tersebut berupa tiga hingga 15 tahun dan denda 500 ribu dirham. 

UEA dan beberapa negara teluk sedang memberlakukan blokade diplomatik dan ekonomi kepada Qatar. Mereka menuduh Qatar sebagai negara pendukung dan penyokong kelompok teroris. Kendati demikian Qatar membantah tuduhan tersebut.