Sabtu , 17 June 2017, 14:33 WIB

'Sulit Tahan Keinginan Ronaldo untuk Hengkang dari Madrid'

Rep: Gilang Akbar Prambadi/ Red: Bilal Ramadhan
EPA/ANDRE KOSTERS
Cristiano Ronaldo
Cristiano Ronaldo

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Kasus dugaan penggelapan pajak yang tiba-tiba menjerat megabintang Real Madrid Cristiano Ronaldo benar-benar membuatnya gusar. Ronaldo merasa Madrid tak melindunginya sehingga ia tersandung kasus yang diduga melibatkan uang sebesar 14,7 juta euro (Rp 218 miliar).

Buntutnya, santer diisukan pemain berjuluk CR7 itu ingin meninggalkan Santiago Bernabeu. Melihat situasi ini, mantan Presiden Madrid Ramon Calderon yakin Ronaldo benar-benar serius dengan keinginannya tersebut.

Sosok yang memboyong Ronaldo dari Manchester United (MU) ke Madrid 2009 ini mengatakan, sulit untuk menahan jika seorang pemain sudah berpikir untuk pergi. "Akan sangat susah mengubah pendiriannya. Saya punya banyak pengalaman soal hal seperti ini," kata Calderon dikutip dari Mirror, Sabtu (17/6).

Calderon mengklaim, situasi serupa pernah ia lihat ketika Ronaldo ingin pindah dari United 2009. Kala itu, yang membuat Ronaldo pindah ke Madrid karena memang pemain asal Portugal itu yang menginginkannya.

"Oleh karena itulah saya bisa mendatangkannya karena dia memang sudah ingin pergi. Juga sama seperti Robinho, dia ingin pergi dari Madrid dan sulit mengubah keputusan itu sehingga dia pun benar-benar pergi," kata Calderon.

Sosok yang berprofesi sebagai advokat ini sebenarnya berharap agar Ronaldo tetap di Madrid. Namun jika keinginan untuk pindah muncul, maka Ronaldo tak akan bisa dihentikan. "Semoga keinginan untuk pindah itu tidak muncul," ujar Calderon.