Senin , 19 Juni 2017, 08:46 WIB

Lolos Degradasi, Pelatih Crotone Tunaikan Nazar Bersepeda

Red: Israr Itah
EPA/ALBANO ANGILLETTA
Davide Nicola
Davide Nicola

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Dua bulan silam, dengan timnya terlihat akan terdegradasi ke Serie B, pelatih Crotone Davide Nicola bernazar akan bersepeda 1.300 km ke kota kelahirannya di Turin jika mereka mampu selamat dari ancaman degradasi.

Crotone mampu mencatatkan salah satu aksi penyelamatan diri terhebat sepanjang sejarah Liga Italia. Nicola memenuhi nazarnya itu ketika ia tiba di Turin setelah sembilan hari bersepeda dari wilayah utara Italia, Calabria.

Pria 44 tahun itu disambut oleh sekitar 300 orang ketika ia menyelesaikan perjalanannya dari Crotone di wilayah utara Italia Calabria ke kota di utara Italia, Turin.

"Apakah saya kelelahan? Saya masih tidak merasakan sakit tertentu," ucapnya kepada para pewarta. "Mulai besok, saya akan memiliki ide yang lebih baik dan saya mungkin akan merasa sedikit lelah."

Ia mengatakan yang penting bagi dia adalah targetnya telah tercapai. Nicola lega telah memenuhi janji. Ia juga berterima kasih atas bantuan banyak orang sepanjang perjalanan.

"Di sini, di Turin, saya disambut dengan antusiasme yang hebat, saya sangat gembira."

Crotone bermain di kasta sepakbola tertinggi Italia untuk pertama kalinya pada musim lalu. Pada lebih dari separuh musim, Crotone terlihat hampir pasti terjun kembali ke Serie B.

Namun, setelah hanya mendulang 14 angka pada 29 pertandingan pertamanya, mereka menemukan bentuk permainannya. Klub berjuruk Pitagorici ini memenangi enam dari sembilan pertandingan terakhirnya dan finis dengan 34 angka, unggul dua dari zona degradasi.

Nicola bernazar bersepeda setelah mereka menang 2-1 di markas Chievo, kemenangan tandang pertama mereka di Liga Italia pada awal April. Crotone menaklukkan Lazio 3-1 untuk membawa mereka melompati Empoli, setelah klub asal Tuscan itu kalah di markas Palermo dan justru terdegradasi.

"Itu adalah perjalanan indah, suatu kisah dongeng," kata Nicola.

 

Sumber : Antara/Reuters