Ahad , 08 October 2017, 18:12 WIB

Hidup Sehat tanpa Alkohol Jadi Rahasia Bugar Jermain Defoe

Rep: Gilang Akbar Prambadi/ Red: Ratna Puspita
EPA/PETER POWELL
Jermain Defoe
Jermain Defoe

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Striker gaek berkebangsaan Inggris, Jermain Defoe, sangat senang masih bisa menjadi bagian dari timnas negaranya. Sudah berusia 35 tahun, namun Defoe masih digunakan oleh pelatih timnas Inggris saat ini, Gareth Southgate dalam mengarungi babak kualifikasi Piala Dunia 2018.

Defoe mengatakan hidup bersih atau sehat dan saran ibunya yang membuat dia masih kompetititf untuk masuk timnas Inggris. “Ini semua berkat hidup sehat,” kata Defoe, dilansir dari ESPN, Ahad (8/10). 

Striker Bournemouth merayakan ulang tahunnya ke-35 pada Sabtu (7/10) kemarin. Untuk merayakannya, dia pun berharap diturunkan ketika Inggris bertandang ke markas Lithuania di Stadion LFF, Vilnius, Ahad malam waktu setempat. 

Masih tampil untuk timnas Inggris pada usia 35 tahun menjadi pencapaian mengingat banyak pemain generasinya sudah tidak lagi memperkuat kesebelasan level negara. Misalnya, Wayne Rooney, yang lebih muda empat tahun dari Defoe, menamatkan kariernya bersama Three Lions belum lama ini. 

Defoe pun menjelaskan gaya hidup yang dia lakukan seperti pilates, pijat, serta mandi es dan cryotherapy atau terapi es. Terapi es diyakini memiliki banyak manfaat seperti membantu meningkatkan energi, kualitas tidur, kadar endorfin, dan membakar kalori. “Saya lebih memahami tubuh saya dibandingkan beberapa tahun lalu,” kata dia. 

Dia juga mengaku mencoba hidup tanpa daging dan bahan olahannya alias menjadi vegan. Namun, dia mengaku masih kesulitan untuk tidak makan ikan. “Saya sangat menyukai ikan, sesuatu yang sangat sulit dilepaskan,” kata dia. 

Rahasia lainnya yakni tidak minum alkohol. Defoe mengatakan semua orang tahu bahwa dia tidak minum alkohol. Dia pun berpendapat gaya hidup tanpa alkohol itu kemungkinan yang membuat dia masih bermain untuk timnas hingga sekarang. 

Dia pun menceritakan alasan tidak lagi mengonsumsi alkohol. “Mungkin karena ibu saya. Ketika saya remaja, dia sering menasehati saya tentang banyak hal. Ketika itu, saya dan teman-teman saya kerap menghabiskan waktu di kamar dengan merokok, minum minuman keras dan berbicara dengan gadis-gadis,” kata dia. 

Kini, meski jarang dimainkan, Defoe tetap bahagia. Hal itu karena kontribusinya yang kerap diminta Southgate untuk memberikan arahan kepada para pemain muda Inggris sukses berbuah manis. Saat ini, tim Tiga Singa dipastikan mengikuti Piala Dunia tahun depan setelah meraih kesuksesan di fase kualifikasi.

"Saya selalu merasa saya harus ke Piala Dunia 2018. Saya tak mengatakan saya harus bermain, tapi saya ingin mengantarkan tim ini ke sana. Setelah itu, mari kita lihat apa yang terjadi. Yang jelas saya pribadi selalu siap jika diminta mencetak gol," kata Defoe. 

Striker milik Bournemouth ini tak menampik, ada rasa penasaran yang masih mengganjalnya karena tak dipanggil pada Piala Dunia di Brasil 2014 lalu. Defoe sempat merasa sangat kesal karena 'ditelantarkan' oleh pelatih Inggris kala itu, Roy Hodgson yang tidak membawanya ke Brasil. Padahal, Defoe selalu membantu Inggris ketika berjuang di fase kualifikasi.

"Saya tetap menyimpan keyakinan bahwa saya akan kembali. Meski tidak lagi berusia 20-an, tapi saya selalu berharap bisa berkontribusi untuk timnas sampai ke Piala Dunia," kata Defoe.

Defoe sudah dipanggil ke timnas Inggris sejak tahun 2004 silam. Ia lalu 'menghilang' tiga tahun lamanya sejak 2014 silam. Defoe kemudian dipanggil lagi bulan Maret lalu. Jasanya lalu digunakan untuk menghadapi Lituania dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia.

Pada laga tersebut, eks striker Tottenham Hotspur ini sukses menyumbang satu gol untuk kemenangan timnas Inggris. Sejak saat itu Defoe selalu dipanggil oleh Southgate.

 

Berita Terkait