Selasa , 10 October 2017, 14:28 WIB

Riedle Bagi Tips Agar Pemain Indonesia Jago Duel Udara

Rep: Gilang Akbar Prambadi/ Red: Endro Yuwanto
Legenda Jerman dan Borussia Dortmund Karl-Heinz Riedle. Ketika masih aktif bermain mendapat julukan 'the Air' karena sangat kuat saat duel udara. Riedle sedang berada di Indonesia untuk mempromosikan Dortmund dalam jumpa pers di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (10/10) pagi WIB. Dok Dortmund
Legenda Jerman dan Borussia Dortmund Karl-Heinz Riedle. Ketika masih aktif bermain mendapat julukan 'the Air' karena sangat kuat saat duel udara. Riedle sedang berada di Indonesia untuk mempromosikan Dortmund dalam jumpa pers di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (10/10) pagi WIB. Dok Dortmund

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Legenda sepak bola Jerman Karl-Heinz Riedle berbagi tips agar para pesepak bola Indonesia mampu memenangkan duel udara meski tak memiliki postur menjulang. Sosok yang pernah dikenal sebagai bomber dengan sundulan mematikannya ini mengungkapkan, tinggi badan bukan faktor utama dalam memenangi pertarungan di atas.

Riedle mengatakan, para pemain Indonesia yang mayoritas tak punya tinggi lebih dari 1,8 meter masih bisa jadi penyundul ulung. Riedle yang dijuluk 'the Air' karena kehebatannya dalam duel udara ini mengatakan, bakat alami memang memegang peranan kunci dalam segala hal jika ingin sukses.

Namun, bukan berarti bakat dalam menyundul hanya dimiliki pemain yang berpostur tinggi. Riedle jadi contoh sempurna.

Dengan postur tak terlalu menjulang seperti kebanyakan orang Eropa atau khususnya Jerman, pemilik tinggi badan 1,8 meter ini menjadikan sundulan sebagai senjata andalan mencetak gol. Hal itu sudah pernah ia buktikan kala membawa Borussia Dortmund memenangi final Liga Champions 1996/1997 silam. Saat itu, Riedle mencetak dua gol dengan sundulan ke gawang Juventus. Dortmund pun menang 3-1.

"Teruslah berlatih atletik khususnya di bagian kaki. Lakukan lompatan sesering mungkin setiap saat. Ukur lompatan Anda lalu tingkatkan, maka kaki dan tubuh Anda akan terbiasa melayang tinggi," kata Riedle saat berbincang dengan Republika.co.id dalam acara jumpa pers Dortmund di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (10/10) siang.

Striker timnas Jerman saat menjuarai Piala Dunia 1990 ini kemudian menjelaskan secara rinci bagaimana ia bisa memiliki tandukkan mematikan. Ia mengatakan, ketika hendak melakukan sundulan, tubuh harus sudah siap menyambut bola yang datang.

Arah bola harus bisa dilihat dengan benar. Ketika melihat bola sudah berada dalam jarak yang bisa dijangkau kepala, seorang pemain harus segera melompat agar tidak didahului lawan.

"Dalam hal ini, timing sangat penting. Feeling harus terus diasah dengan rajin menerima umpan lambung saat latihan," kata Riedle.

Tak ketinggalan, top skorer Piala UEFA 1990 ini juga meminta para pemain Indonesia untuk tetap percaya diri. Riedle menyontohkan, ketika bisa unggul duel udara melawan para penggawa Juventus, ia tak gentar dengan tinggi badan pemain lawan.

"Percaya diri sangat penting. Di lapangan Anda adalah bintangnya, lakukan semua dengan percaya diri maka itu akan memudahkan," kata Riedle.