Kamis , 19 Oktober 2017, 19:18 WIB

Kakha Kaladze Jadi Kandidat Wali Kota Tbilisi

Red: Ratna Puspita
EPA/ZURAB KURTSIKIDZE
Kakhaber 'Kakha' Kaladze
Kakhaber 'Kakha' Kaladze

REPUBLIKA.CO.ID, TBILISI — Kakhaber ‘Kakha’ Kaladze telah mencicipi puncak karier sepak bola ketika menjadi pemain belakang klub Italia AC Milan. Kini, dia ingin mencoba karier lain dengan mengubah haluan ke politik: menjadi wali kota Tsibilisi, yang merupakan ibu kota negara kelahirannya, Georgia. 

Mantan pesepak bola, yang kini telah berusia 39 tahun, merupakan kandidat untuk Partai Impian Georgia yang sedang berkuasa. Kakha memiliki keunggulan atas tujuh kandidat lainnya, di mana ia merupakan salah satu sosok paling dikenal di bekas negara jajahan Soviet tersebut.

Kaladze mengatakan  ia menilai kariernya di olahraga merupakan persiapan yang bagus untuk politik. Hal itu mengajarinya mengenai kerja tim.

"Setiap kali ketika saya berbicara mengenai kesuksesan di politik atau olahraga, saya menyadari betapa pentingnya untuk memiliki tim yang profesional," kata dia kepada Reuters setelah acara kampanye, dilansir Antara, Kamis (19/10). 

Institut Demokrasi Nasional pada laporannya bulan ini menyebutkan Kaladze memiliki lebih dari 30 persen dukungan di antara para pemilik suara, lebih banyak daripada para kandidat lainnya. Saingan terdekatnya kemungkinan adalah Zaal Udumashvili, yang merupakan mantan pembaca berita televisi yang mewakili Pergerakan Persatuan Nasional, partai oposisi. 

Hasil pemilihan wali kota Tsibilisi mungkin harus ditentukan dalam dua putaran.

Sejumlah pemilik suara memandang Kaladze sebagai favorit, terutama karena ia mendapat dukungan pendiri Partai Impian Georgia sekaligus orang terkaya di Georgia Bidzina Ivanishvili. "Saya yakin Kaladze akan terpilih sebagai Wali Kota,” kata Nugzar Malkhazashvili, dokter berusia 47 tahun dan penduduk ibukota Georgia, Tbilisi.

Karier sepak bola Kaladze termasuk memperkuat klub Ukraina Dynamo Kyiv (1998-2001), Kemudian, dia menghabiskan hampir satu dekade bersama AC Milan, yang saat itu klub tersebut sempat menjuarai Liga Italia dan dua kali menjuarai Liga Champions. 

Ia mengakhiri kariernya di klub Italia lain, Genoa, sebelum pensiun pada 2011. Kaladze juga merupakan pengusaha sukses. Ia memiliki banyak investasi di Georgia, Ukraina, Italia, dan Kazakhstan.

Ia memasuki dunia politik pada 2012, tahun ia gantung sepatu. Ia menjadi pendukung aktif Ivanishvili. Ia bertugas sebagai menteri energi dan deputi perdana menteri pada pemerintahan yang didominasi oleh sekutu Ivanishvili.

Pada pertarungan untuk menjadi wali kota Ibu Kota Georgia, ia telah berjanji untuk memecahkan masalah kemacetan dengan membangun jalan-jalan dan jembatan-jembatan baru. Ia juga menyatakan akan meningkatkan kelestarian lingkungan dengan membangun taman-taman dan jalur hijau yang baru, dan mengatasi masalah di bidang pendidikan dan kesehatan.

Ia mengatakan telah menatap melampaui pemungutan suara dan fokus pada bagaimana ia akan memenuhi janji-janjinya. "Saya tidak melihat (hari pemilihan) 21 Oktober sebagai masalah. Saya mengantisipasi kesulitan-kesulitan setelah 21 Oktober. Kami akan memiliki tantangan-tantangan serius, namun saya harap kami akan mengatasi semua rintangan yang sulit."

Kakhaber ‘Kakha’ Kaladze (tengah) pada sebuah kampanye Partai Impian Georgia (Dream Georgian). (EPA/ZURAB KURTSIKIDZE)

 

 

 

 

Sumber : Antara