Rabu , 08 November 2017, 06:00 WIB

Inikah Fase Akhir Era Keemasan Ronaldo?

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Endro Yuwanto
AP Photo/Francisco Seco
Cristiano Ronaldo
Cristiano Ronaldo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perjalanan 24 bulan ke belakang yang sangat luar biasa, banyak hal yang sudah dirayakan oleh Cristiano Ronaldo. Pencapaian apa yang belum pernah ia ukir dari lelaki yang dulu terlihat begitu kurus.

Wajar jika Ronaldo pernah berkata, "Saya ingin dikenang sebagai bagian dari kelompok pemain terbesar yang pernah ada."

Pesepak bola yang dibesarkan di kota kecil Maderia, Portugal, ini tak menyangka namanya telah disejajarkan dengan Franz Beckenbauer, George Best, Pele, Gerard Muller, bahkan legenda Portugal Eusebio da Silva.

Berkat tekad dan impiannya tersebut, Ronaldo mampu meraih pencapaian yang fantastis, yakni dengan mematahkan semua prediksi dan memimpin negaranya menjadi kampiun Piala Eropa pada 2016.

Sebab asumsi banyak orang menilai jika Seleccao das Quinas akan kesulitan untuk menjuarai ajang bergengsi di negeri Napoleon, bahkan lolos dari fase grup saja Portugal membutuhkan keajaiban.

Kebahagian Ronaldo terasa lengkap setelah pada tahun yang sama ia meraih trofi Liga Champions bersama Real Madrid, dan menambah gelar individu keempat Ballon d'Or sepanjang kariernya.

"Perasaan saya masih sama, ketika pertama memenangkan gelar ini, mimpi ini benar-benar terjadi lagi. Saya tidak pernah berpikir bisa memenangkan bola emas keempat, tapi saya sangat senang sekarang. Seperti yang dapat Anda bayangkan, saya merasa bangga dan senang menerima penghargaan yang luar biasa ini. Saya mencoba yang terbaik setiap tahunnya," ujar Ronaldo seperti dikutip the Guardian beberapa waktu lalu.

Ronaldo tercatat mencetak 16 gol di Liga Champions musim lalu. Secara keseluruhan, pemain berusia 32 tahun tersebut mencetak 38 gol untuk Madrid dan 13 gol untuk timnas Portugal sepanjang 2016.

Namun reputasi Ronaldo bersama Madrid saat ini sedang menjadi sorotan publik Santiago Bernabeu terutama di lantai domestik La Liga Spanyol. Sebab ia terlihat kehilangan sihirnya untuk merobek jala lawan.