Jumat , 17 November 2017, 14:02 WIB

Romario-Bebeto, Duet Lapangan Hijau Berlanjut ke Politik

Red: Israr Itah
Romario
Romario

REPUBLIKA.CO.ID, RIODEJANEIRO -- Romario dan Bebeto merupakan duet maut lini depan Brasil saat mengangkat Piala Dunia pada 1994 di Amerika Serikat. Sekarang, kolaborasi keduanya berharap dapat meraih kesuksesan serupa di bidang politik dengan bekerja sama untuk mereformasi negara bagian Rio de Janeiro.

Romario, yang merupakan senator untuk negara bagian kampung halamannya, mengumumkan pada Kamis (16/11) bahwa anggota legislatif negara bagian Bebeto akan bergabung dengan partai politiknya Podemos. Mereka akan bekerja bersama untuk mereformasi negara bagian, yang saat ini sedang bangkrut dan dirongrong aksi kekerasan yang makin meninggi.

"Impian kami akan terwujud," kata Romario dalam pernyataan singkat. "Bersama-sama kami dapat membangun ulang Rio. Hal yang Anda perlukan hanyalah bergabung dengan kami."

Romario telah mengatakan bahwa dirinya akan berjuang untuk menjadi gubernur negara bagian Rio tahun depan, sedangkan Bebeto dapat berjuang untuk menjadi anggota senat.

Dua sosok ini akan familiar terhadap para penggemar sepak bola Rio yang pada 1980-an dan 1990-an menyaksikan mereka menyumbang gol demi gol untuk Flamengo dan Vasco da Gama, dua klub terbesar kota itu.

Romario juga sempat melejit di Eropa, mencetak ratusan gol, termasuk banyak gol untuk PSV Eindhoven dan Barcelona. Sementara itu, Bebeto menikmati masa emasnya bersama klub Spanyol Deportivo La Coruna.

Namun kerja sama kedua pemain itu pada Piala Dunia 1994 di AS yang paling diingat publik, dan khususnya saat mereka tampil gemilang di perempat final saat melawan Belanda.

Romario telah membawa Brasil memimpin 1-0 dengan gol klasiknya sebelum Tim Samba mencetak gol kedua sepuluh menit kemudian melalui Bebeto. Selebrasi Bebeto yang berlari ke tepi lapangan sambil bergaya menimang bayi, yang kemudian diikuti oleh Romario, menjadi salah satu momen paling ikonik di turnamen akbar itu.

Brasil menang 3-2 dan kemudian menang adu penalti atas Italia di laga final untuk menjuarai Piala Dunia untuk keempat kalinya.

Sumber : Antara/Reuters

Berita Terkait