Senin , 03 July 2017, 20:20 WIB

Malaysia Batalkan Undian Sepak Bola yang Kontroversial

Red: Ratna Puspita
Republika/Edwin Dwi Putranto
Suporter Timnas Indonesia U-22 memberikan dukungan dalam laga persahabatan melawan Myanmar di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Selasa (21/3).
Suporter Timnas Indonesia U-22 memberikan dukungan dalam laga persahabatan melawan Myanmar di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Selasa (21/3).

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Asosiasi Sepak bola Malaysia (FAM) dan penyelenggara SEA Games 2017 Kuala Lumpur (MASOC) sepakat membatalkan mekanisme undian cabang olahraga sepak bola yang menuai penolakan dari sejumlah negara peserta. Pembatalan setelah MASOC berdiskusi dengan Komite Olimpiade Malaysia pada Senin (3/7). 

"Kami berharap dengan mengembalikan mekanisme yang digunakan pada SEA Games sebelumnya, tidak akan ada lagi kekhawatiran mengenai undian sepak bola," kata Sekjen FAM Datuk Hamidin Amin dilansir dari New Straits Times, Senin. 

Sistem undian sepakbola SEA Games 2017 sempat menuai kontroversi karena Malaysia sebagai tim tuan rumah bisa dengan bebas memilih grup mana saja yang mereka inginkan. Pekan lalu, Vietnam dan Laos mengajukan protes karena Malaysia selaku tuan rumah menerima perlakuan istimewa dalam mekanisme undian tersebut.

Federasi Sepak Bola Asean (AFC) juga tidak sepakat dengan keputusan penyelenggara SEA Games Kuala Lumpur yang mengizinkan tuan rumah memilih grup sesuai keinginan mereka. Komite Olimpiade Malaysia, FAM, dan MASOC pada Senin (3/7) memutuskan mekanisme undian baru. Hamidin mengatakan mekanisme ini mengikuti proses pengundian di SEA Games Singapura dua tahun lalu.

Malaysia selaku tuan rumah tetap dikecualikan dalam proses pengundian. Kendati demikian, Malaysia tidak bebas memilih grup yang mereka inginkan. Begitu pula dengan juara bertahan, Thailand. 

Status sebagai tuan rumah membuat Malaysia secara otomatis masuk ke dalam Grup A. Thailand sebagai peraih medali emas berada di grup B. Sembilan tim lainnya akan ditentukan dalam proses pengundian pada Sabtu (8/7) mendatang. 

MASOC dan Komite Olimpiade Malaysia sudah membuat tiga pot untuk memudahkan pengundian. Daftar negara yang masuk ke dalam tiga pot tersebut disesuaikan dengan hasil SEA Games 2015 di Singapura. 

Peraih medali perak, Myanmar, dan peraih medali perunggu, Vietnam, berada di pot kedua. Pot kedua berisi Indonesia yang menempati peringkat keempat pada penyelenggaraan SEA Games 2015. Indonesia ditemani Singapura. 

Pot 3 akan berisi lima tim, yaitu Kamboja, Filipina, Timur Leste, dan Brunei. "Kami berharap turnamen sepak bola di SEA Games pada 14-29 Agustus akan berjalan dengan cara yang sportif," kata Hamidin. Ada 11 negara yang akan berpartisipasi dalam cabang olahraga sepak bola putra. 

Sumber : New Straits Times