Jumat , 14 Juli 2017, 02:18 WIB

Whistleblower Korupsi di FIFA Meninggal Dunia

Rep: Gilang Akbar Prambadi/ Red: Israr Itah
Reuters
Chuck Blazer
Chuck Blazer

REPUBLIKA.CO.ID, ZURICH -- Mantan anggota Komite Eksekutif FIFA Chuck Blazer meninggal dunia pada usia 72 tahun. Blazer adalah orang yang membantu penyelidikan pihak berwenang mengungkap borok di tubuh FIFA.

Blazer yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris jenderal CONCACAF dan wakil presiden eksekutif Federasi Sepak Bola Amerika Serikat ini dinyatakan meninggal karena kanker. "Kami benar-benar sedih atas meninggalnya klien dan teman kami, Chuck Blazer," ujar pengacara Blazer, Eric Corngold dan Mary Mulligan dalam sebuah pernyataan yang diberikan kepada BBC dan AFP, dikutip Kamis (13/7).

Mereka mengatakan, Blazer sudah pergi dengan meninggalkan warisan perjuangan yang besar. Blazer mengakui kesalahan dan ia sudah menunjukkan tanggung jawab besar.

"Kepergiannya tidak lantas mengaburkan dampak positif Blazer untuk sepak bola internasional," kata mereka.

Blazer diberi larangan seumur hidup oleh FIFA dari semua aktivitas yang berhubungan dengan sepak bola pada tahun 2015. Ia sudah mengaku bersalah atas dugaan konspirasi pemerasan, pencucian uang dan penggelapan pajak pada akhir tahun 2013 di FIFA.

Sebagai pengakuan salahnya, Blazer setuju untuk menjadi whistleblower. Sambil memerangi kanker, ia bekerja menyamar untuk membantu pihak berwenang dalam penyelidikan mereka terhadap korupsi di FIFA.

Dampak dari kinerja Blazer sangat luas. Satu per satu petinggi FIFA diusut hingga mereka dinyatakan masuk ke dalam proses penyelidikan serius. Nama-nama besar di dunia organisasi sepak bola seperti Michel Platini (dulu menjabat presiden UEFA) bahkan Presiden FIFA saat itu, Sepp Blatter harus meletakkan jabatannya akibat dugaan skandal korupsi.