Kamis , 07 September 2017, 07:37 WIB

Suriah Buktikan Perang tak Goyahkan Ambisi ke Piala Dunia

Red: Israr Itah
EPA-EFE/ABEDIN TAHERKENAREH
Selebrasi tim Suriah setelah memastikan satu tempat di play-off Piala Dunia 2018 zona Asia.
Selebrasi tim Suriah setelah memastikan satu tempat di play-off Piala Dunia 2018 zona Asia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Negara mereka boleh tercabik-cabik akibat perang, tapi para pesepak bola Suriah membuktikan tekad mereka tak boleh ikut tergerus untuk berlaga di Piala Dunia. Setelah melalui serangkaian laga kualifikasi, Suriah harus melewati dua tahapan lagi untuk berlaga di Rusia. Pertama, play-off dua leg menghadapi Australia. Jika berhasil, Suriah masih harus melalui satu laga play-off lagi kontra tim peringkat empat Concacaf.

Langkah Suriah sejauh ini patut diacungi jempol. Dalam kondisi negara tak aman, tim berjuluk Elang Gunung Qasioun memainkan sejumlah laga kandang kualifikasi di Malaysia tanpa dukungan suporter memadai. Belum lagi sejumlah pemain senior yang menolak bergabung dengan timnas karena berseberangan dengan Preiden Bashar al-Assad. Namun dalam kondisi compang-camping, tim asuhan Ayman Hakeem ini justru membuktikan mental petarung.

Gol Omar Al Soma ke gawang Iran pada laga terakhir kualifikasi Grup A, Selasa (5/9) menjadi bukti. Gol yang tercipta pada menit ketiga injury time itu membuat skor imbang 2-2. Satu gol yang sangat berharga karena membuat Suriah memastikan tempat di posisi ketiga grup, mengalahkan Uzbekistan dengan keunggulan selisih gol, dan berhak menjalani laga play-off.

Gol tersebut juga merupakan yang keempat kalinya Suriah cetak menjelang laga berakhir. Qatar, Cina, dan Uzbekistan sebelumnya pernah merasakan pahitnya dibobol pada menit-menit akhir laga.

"Semoga kami bisa melanjutkan langkah sepanjang jalan ini karena kami punya dua pertandingan pentng dan saya harap kami bisa terus tampil baik," kata pemain yang berlaga di Liga Arab Saudi, dikutip Reuters.

Al Soma sebelumnya menjadi pemain terakhir yang menolak bergabung karena tak setuju dengan sikap pemerintah Suriah. Namun belakangan ia melunak. Kehadiran Al Soma membuat Suriah makin kuat.

"Kami mencoba sebaik mungkin untuk lolos langsung, tapi seperti Anda lihat, kami bermain melawan tim terbaik di Asian yang sebelumnya belum pernah kebobolan, dan kami mampu menjebol gawang mereka dua kali," kata Hakeem, sang pelatih.

Suriah bakal lolos langsung menggeser Korea Selatan sebagai runner up andai bisa mengalahkan Iran, namun itu tak terjadi. Walau mesti menjalani play-off, Hakeem tetap bersyukur.

"kami membuktikan bahwa kami tim bagus dan meskipun banyak kesulitan yang kami hadapi, kami mampu meraih hasil bagus. Saya harap kami bisa melanjutkan mimpi di play-off dan melangkah ke Piala Dunia," kata dia berharap.

Suriah belum pernah merasakan tampil pada putaran final Piala Dunia. Jika berhasil lolos ke Rusia tahun depan, sejarah akan mencatat kehebatan para elang dari Gunung Quasioun ini dengan tinta emas.