Selasa , 14 November 2017, 07:08 WIB

Lima Cerita Menarik di Balik Kegagalan Italia Lolos ke Piala Dunia 2018

Rep: Gilang Akbar Prambadi/ Red: Endro Yuwanto
Giampiero Ventura (tengah) bersama para pemain timnas Italia.
Striker timnas Italia, Lorenzo Insigne (kanan) pada laga playoff kualifikasi Piala Dunia 2018 lawan Swedia di Stockholm, Sabtu (11/11) dini hari WIB.

2. Menghilangnya Lorenzo Insigne

Keputusan mengejutkan dibuat oleh pelatih Italia Giampiero Ventura yang memarkir nama striker lincah Lorenzo Insigne di sepanjang pertandingan. Sebagai gantinya, Ventura memasang pemain angin-anginan seperti Andrea Belotti dan daun muda minim pengalaman di timnas, Federico Bernardeschi yang baru melakukan debutnya tahun lalu.

Selain keduanya, Ventura juga memasang striker yang hanya memiliki rekor 10 kali bermain bagi Italia, Manolo Gabbiadini. Tindakan Ventura ini sangat membuat tanda tanya besar. Padahal, selama ini Insigne merupakan tandem sejati Immobille di timnas. Tak hanya itu, Insigne adalah ruh permainan dari pemimpin klasemen sementara Serie A Liga Seri A Italia saat ini, Napoli. Catatannya cukup gemilang dengan enam gol dan lima assist.

3. Wasit sangat pelit penalti

Pemimpin laga tersebut, Antonio Mateu juga ikut hadir sebagai sosok yang memengaruhi jalannya pertandingan. Setidaknya ada tiga keputusan wasit asal Spanyol ini yang layak dipertanyakan. Ketiganya adalah soal penalti.

Mateu tak menganggap dua kejadian handsball di kotak penalti Italia. Padahal, tayangan ulang jelas menangkap kedua momen tersebut. Pertama dilakukan Matteo Darmian, kedua dilakukan Andrea Barzagli. Momen lainnya, wasit juga cuek ketika Darmian 'dihajar' oleh bek Swedia ketika mendapatkan peluang emas di dalam kotak penalti lawan.

Ketika bersiap akan menembak bola ke gawang Swedia dari jarak sangat dekat, Darmian ditendang lututnya oleh Mikael Lustig. Darmian pun terkapar dan bahkan tim medis harus melakukan perawatan intens selama beberapa menit. Namun, Mateu malah menganggap Darmian terlebih dulu melakukan handsball sebelum dilanggar sehingga tak menggubris adanya penalti. Kali ini, tayangan ulang justru tak memperlihatkan Darmian melakukan handsball.