Selasa , 14 November 2017, 10:44 WIB

Friksi De Rossi dan Staf Pelatih Warnai Kegagalan Italia

Rep: Ali Mansur/ Red: Endro Yuwanto
Mike Palazzotto/ANSA via AP
Danielle De Rossi mengeksekusi penalti pada laga kualifikasi Piala Dunia 2018, Italia lawan Albania di Palermo, Sabtu (25/3) dini hari WIB. Italia menang 2-0.
Danielle De Rossi mengeksekusi penalti pada laga kualifikasi Piala Dunia 2018, Italia lawan Albania di Palermo, Sabtu (25/3) dini hari WIB. Italia menang 2-0.

REPUBLIKA.CO.ID,

JAKARTA -- Friksi antara Daniele De Rossi dengan staf pelatih tim nasional (timnas) Italia mewarnai kegagalan Gli Azzuri melaju ke putaran final Piala Dunia di Rusia 2018 mendatang. Kapten AS Roma itu menolak untuk turun ke lapangan ketika timnas Italia ditahan imbang 0-0 dengan Swedia di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Selasa (14/11) dini hari WIB.

Walhasil, skor imbang membuat Italia dipastikan gagal melaju ke putaran final karena kalah agregat 0-1 dari Swedia di babak play-off.

Dalam video yang tersebar di jagad maya, De Rossi diperintahkan oleh salah satu staf pelatih untuk pemanasan di babak kedua. Namun gelandang berusia 34 tahun itu justru mendebat staf teknis Italia sambil menunjuk Lorenzo Insigne. Bukan tanpa alasan, De Rossi melihat Italia tengah membutuhkan penyerang untuk menjebol gawang lawan bukan dirinya.

"Mengapa saya harus masuk? Kami membutuhkan kemenangan, bukan hasil imbang. Saat itu, saya hanya berpikir mungkin lebih baik jika Insigne yang masuk daripada saya," kata De Rossi seperti dikutip Football Italia, Selasa (14/11).

Namun rekomendasi De Rossi tidak digubris. Pelatih Gian Piero Ventura justru hanya memasukkan Federico Bernardeschi untuk menggantikan Antonio Candreva di sektor sayap. Dalam laga itu Italia membutuhkan gol setidaknya satu gol untuk bisa menyamakan agregat. Karena dalam laga sebelumnya, timnas Italia menelan kekalahan dengan skor tipis 0-1 di Friends Arena, Solna, Jumat (10/11) lalu.

Selain itu, De Rossi mengonfirmasi bahwa dirinya pensiun dari timnas Italia. Menurut De Rossi, ini adalah periode gelap bagi sepak bola Italia.

Saat ini, kata De Rossi, waktunya generasi baru untuk mengisi skuat Italia. Apalagi dirinya juga sudah melalangbuana bersama Gli Azzuri selama lebih sari satu dekade.
"Ini adalah momen sangat gelap bagi mereka yang terlibat dalam dua tahun terakhir. Sekarang generasi penerus sudah siap untuk mengambil alih dan kami harus memulai lagi dari mereka," ungkapnya.

De Rossi sudah memainkan sebanyak 117 laga dan telah mencetak 21 gol di level senior. Ia mempersembahkan satu gelar bergengsi Piala Dunia 2006 dan membawa Italia ke posisi runner-up Piala Eropa 2012.