Sabtu , 18 March 2017, 10:02 WIB
Drawing Perempat Final Liga Champions

Reuni Ancelotti –Zidane

Rep: Febrian/ Red: Reiny Dwinanda
Reuters
Zinadine Zidane, ketika mendamping pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti.
Zinadine Zidane, ketika mendamping pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti.

REPUBLIKA.CO.ID, LYON -- UEFA baru saja mengumumkan drawing perempat final Liga Champions 2016-2017, Jumat (17/3) kemarin. Hasilnya membuat para pecinta sepakbola puas.

Di babak delapan besar tersebut akan ada duel-duel akbar yang layak dinantikan. Juara bertahan Real Madrid akan ditantang oleh juara 2013 Bayern Muenchen. Raksasa Italia Juventus akan bertemu klub besar Spanyol lainnya, Barcelona.

Dua laga lainnnya mempertemukan para kuda hitam. Borussia Dortmund akan melawan AS Monaco. Runner up musim lalu Atletico Madrid akan bersua dengan klub penuh kejutan asal Inggris, Leicester City.

Pertemuan Los Blancos dengan the Bavarians cukup menarik. Duel dua tim ini tergolong duel klasik Liga Champions. Madrid merupakan tim terbanyak memenangkan trofi Si Kuping Besar, yaitu 11 kali. Sementara itu, Muenchen kerap dianggap sebagai representasi kekuatan sepakbola Jerman sudah memenangkannya lima kali.

Yang paling disorot dari laga ini adalah reuni Carlo Ancelotti dan Zinedine Zidane. Masih segar diingatan penggemar sepakbola, Ancelotti adalah sosok yang melepaskan dahaga Madrid menjuarai Liga Champions 2014 lalu. Sebelumnya, Madrid tidak pernah juara selama 12 tahun sejak 2002. Sebelum mengangkat trofi di Portugal tiga tahun lalu, Ancelotti juga membawa Madrid mengalahkan Muenchen kandang tandang.

FC Hollywood yang menjalani musim perdana bersama Pep Guardiola dihajar Madrid dengan agregat 5-0. Madrid menang 1-0 di Santiago Bernabeu. Giliran Bayern yang jadi tuan rumah, Madrid menang dengan skor yang lebih besar 4-0. “Saya tahu kekuatan Madrid dengan baik. Nanti akan sulit karena ini adalah pertandingan di tim berkelas di Liga Champions,” kata Ancelotti, usai menyimak undian perempat final Liga Champions, dikutip dari Marca, Sabtu (18/3).

Bagi Zidane, laga nanti akan menjadi ujiannya di hadapan sang guru. Zidane sekarang sudah berlabel pelatih sukses yang membawa El Real mengangkat Si Kuping Besar musim lalu. Saat itu, Zidane mengatakan kesuksesannya melatih tak lepas dari pembelajaran yang diberikan Don Carletto.

Di musim 2013-2014, Zidane adalah asisten Ancelotti di Madrid. Selama setahun itu, bekas bintang Prancis tersebut mempelajari cara Ancelotti memberikan arahan dan meracik strategi permainan. Zidane sangat menghormati pelatih asal Italia itu karena punya wibawa dan prestasi yang membanggakan.

Ancelotti selalu bergelimang prestasi sejak dari AC Milan, Chelsea dan Paris Saint Germain. “Tentang pertandingan nanti, saya belum bicara dengan Carlo (Ancelotti). Tapi dia adalah orang baik yang telah memberikan saya banyak pelajaran. Duel melawan Muenchen akan terasa khusus,” ujar Zidane.