Rabu , 09 August 2017, 17:06 WIB

Neymar Masih Harus Menanti Debutnya dengan PSG

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Andri Saubani
EPA/Christophe Petit Tesson
Neymar Jr menyaksikan langung laga Paris Saint-Germain lawan Amiens dari tribun Parc des Princes, Sabtu (5/8).
Neymar Jr menyaksikan langung laga Paris Saint-Germain lawan Amiens dari tribun Parc des Princes, Sabtu (5/8).

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Pesepak bola termahal di dunia Neymar masih menantikan waktu untuk mendapatkan debutnya bermain dengan Paris Saint-Germain (PSG). Bintang timnas Brasil itu kemungkinan harus menunggu hingga setelah perjalanan PSG ke Guingamp pada akhir pekan ini untuk melakukan debutnya.

Setelah resmi menyepakati kontrak senilai 222 juta euro untuk hijrah dari Barcelona ke Paris, Neymar kemudian diperkenalkan di Parc des Princes sebelum laga pertama Ligue 1 melawan Amiens, Ahad (6/8) dinihari WIB. Namun, dia tidak dapat menciptakan debutnya dengan Les Parisiens pada laga tersebut. Karena sertifikat transfer internasionalnya belum diterima  oleh Federasi Sepak Bola Ligue  1 (Ligue de Football Professionel/LFP) dari La Liga Spanyol.

L'Equipe, seperti dilansir dari ESPN, Rabu (9/8), melaporkan bahwa LFP masih belum menerima dokumen tersebut pada Senin (7/8) waktu setempat. Hal itu berarti, sertifikat kemungkinan  tidak sampai pada waktunya. Sehingga, Neymar bisa bermain di Guingamp. Pemain berusia 25 tahun itu kemungkinan harus menunggu hingga pertandingan melawan Toulouse di Paris pada akhir pekan berikutnya.

Surat kabar Prancis itu melaporkan, bahwa Asosiasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) memiliki waktu 15 hari sejak 3 Agustus (saat Neymar bergabung dengan PSG) untuk mengirim dokumentasi kepada pejabat Liga untuk diteruskan ke Prancis. Jika itu tidak terjadi pada tengah malam pada 18 Agustus nanti, FIFA akan diminta untuk turun tangan.

Le Parisien melaporkan bahwa FIFA dapat diminta secepatnya pada Kamis (10/8) waktu setempat atau satu pekan setelah kedatangan Neymar. Hal itu dinilai dapat memperlambat masalah tersebut dengan tambahan waktu 10 hari.

Laporan di Prancis dan Spanyol menunjukkan bahwa penundaan itu datang dari pihak Spanyol. Saat dikonfirmasi ESPN, La Liga menyatakan, bahwa tanggung jawab  RFEF adalah mengirim dokumentasi sebelum bisa alihkan. Sejauh ini, RFEF dan LFP belum menanggapi hal tersebut.