Jumat , 20 October 2017, 05:20 WIB

Mourinho: Pertahanan Bagus demi Hasil yang Maksimal

Red: Endro Yuwanto
EPA/Pontus Lundahl
Jose Mourinho
Jose Mourinho

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Manchester United (MU) yang sebelumnya terbiasa memenangkan pertandingan atau trofi dengan skor produktif, mungkin harus terbiasa dengan strategi pragmatis Jose Mourinho yang memenangi laga menggunakan taktik-taktik bertahan.

MU hanya meraih kemenangan 1-0 atas Benfica di Liga Champions, Kamis (19/10) berkat gol tendangan bebas Marcus Rashford di babak kedua. Hasil itu memang cukup untuk menjaga posisi MU di puncak klasemen, walaupun skuat Iblis Merah bisa saja memenangi laga dengan selisih gol yang lebih besar.

"Saya tidak pernah merasa bahwa kami harus kebobolan satu gol dan pertahanan kami solid," kata Mourinho kepada BT Sport dilansir Reuters, Kamis.

Mourinho terkadang merasa pertahanan yang bagus seperti sebuah kejahatan. Padahal, lanjut dia, itu adalah cara untuk mendapatkan hasil maksimal. "Kami satu poin lagi menuju babak sistem gugur dan satu kemenangan untuk memenangkan grup dalam dua laga di kandang sendiri," jelas pelatih asal Portugal itu.

MU tampil bertahan dengan minimnya kreativitas di lini tengah akibat absennya gelandang andalan Paul Pogba yang cedera. Gelandang lainnya, Marouane Fellaini dan Michael Carrick, juga tidak bisa merumput karena cedera.

Namun taktik pragmatis Mourinho memang membuat MU belum terkalahkan di Liga Champions maupun di Liga Inggris. MU di urutan kedua klasemen Liga Primer Inggris, terpaut dua angka dari Manchester City.

Saat menghadapi tim-tim urutan bawah, MU mampu mencetak empat gol, antara lain ke gawang West Ham United, Swansea City, Everton, Burton Albion, CSKA Moscow, dan Crystal Palace. Sedangkan, dua pertandingan terakhir saat MU melawan Liverpool dan Benfica, Mourinho tak mau mengambil risiko dan memilih taktik bertahan atau yang dikenal media selama ini sebagai parkir bus.