Rabu , 02 Maret 2016, 16:06 WIB

Ketum The Jakmania Sesalkan Insiden ILC

Rep: Ali Mansur/ Red: Citra Listya Rini
Antara/Puspa Perwitasari
 Suporter Persija Jakarta atau Jakmania.  (ilustrasi)
Suporter Persija Jakarta atau Jakmania. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum perkumpulan pendukung Persija Jakarta atau The Jakmania, Achmad Richard menyesalkan terhadap aksi spontanitas oknum suporter sepak bola selepas acara Indonesia Lawyers Club (ILC).

Sebab tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum tersebut tidak mencerminkan jiwa sportivitas suporter sepak bola Indonesia. Namun, Richard juga mengkritisi suporter yang tidak bijak dalam membuat pernyataan.

Menurutnya Richard, tindakan uapaya pengeroyakan yang dilakukan oleh sejumlah oknum tersebut dapat mencoreng nama baik suporter Indonesia sendiri. Apalagi tindakan spontanitas yang tak terpuji itu dilakukan sesaat setelah acara dialog yang disiarkan langsung oleh salah satu TV swasta.

Hanya saja, dia tidak mengetahui dari suporter mana oknum tersebut, karena saat itu dia tidak berada di acara tersebut. "Tentu saja saya tidak membenarkan tindakan oknum tersebut," kata Richard saat dihubungi melalui seluler, Rabu (2/3).

Selain menyesalkan tindakan oknum suporter, Richard juga mengkritisi salah satu Pendiri Forum Diskusi Suporter Indonesia (FDSI), Partoba Pangaribuan. Menurut pentolan The Jakmania itu, seharusnya Partoba lebih bijak dalam memberikan pernyataan di acara terbuka.

Apalagi, isu yang bicarakan bersifat sensitif, karena sebaiknya dia tidak mengeluarkan nada provokatif kepada salah satu pihak. "Suporter itu harus bijak dalam memberikan pernyataan. Menghargai lawan adalah salah bentuk sportivitas dari suporter," tambah Richard.

Lanjut Richard, sebaiknya pemangku hajat dalam hal ini penyelanggara dialog ILC harus lebih siap soal pengamanannya. Tidak menutup kemungkinan terjadinya insiden upaya pengeroyakan tersebut karena ada celah atau kesempatan.

Richard berharap masalah sepak bola tidak berlarut-larut dan kompetisi dapat berjalan dengan normal. "Itu yang diinginkan suporter klub di Liga Indonesia," harap Richard.