Kamis , 14 September 2017, 18:58 WIB

Indra Sjafri: Kami Ingin Lolos ke Final

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Andri Saubani
PSSI
Indra Sjafri (tengah).
Indra Sjafri (tengah).

REPUBLIKA.CO.ID, YANGON -- Timnas Indonesia U-19 siap tempur melawan Thailand. Kedua kesebelasan, harus  melakoni pertandingan babak semifinal Piala AFF U-18 2017 di Stadion Thuwanna, di Yangon, Myanmar, pada Jumat (15/9). Pelatih Indra Sjafri optmistis, para penggawa besutannya bisa bikin tumbang tim Gajah Perang.

"Kami ingin lolos ke babak final," kata Indra dari Yangon, dalam rilis resmi timnas kepada wartawan di Jakarta, pada Kamis (14/9). Mantan pelatih Bali United itu  menegaskan, para pemain pun, tentunya punya ambisi sama untuk bisa menuju ke babak final dan mampu meraih gelar juara perdana tahun ini.

Karena itu, Indra mengatakan, seluruh pemainnya agar tak ada pikiran lain selain ambisi memenangkan pertandingan. Tetap fokus dan lebih percaya diri saat di lapangan, menurut Indra, jadi modal awal yang baik agar pertandingan nanti, berakhir dengan kegembiraan bagi skuat Garuda.

"Saya selalu tekankan kepada anak-anak (pemain) agar tetap menjaga mental," ujar dia. Terkait strategi, Indra sepertinya belum mau mengubah skema bermain 4-1-3-1-1 saat laga nanti. Formasi bermain yang dia sebut selama ini, sebagai jurus Burung Garuda.

Hanya, Indra menungkapkan, satu hal yang pasti tentang rotasi pemain. Menurut dia, tanpa memandang lawan, para penggawa yang masih minim jam tanding, punya kesempatan sama untuk bisa tampil. Indra mengatakan, cara tersebut, salah satu alternatif memberikan kepercayaan kepada pemain.

Tentu saja, Indra menambahkan tetap ada sejumlah pemain, yang dia inginkan jadi penggawa utama. Selama ini, pemain seperti gelandang Egy Maulana Vikry dan juga bek Rachmat Irianto, dua pemain yang kerap turun sebagai pemain utama.

Selama empat pertandingan, pada penyisihan Grup B, Egy selalu tampil pertama. Namanya pun tercatat sebagai pemain tersubur di skuat Garuda, dengan enam gol. Sedangkan Rachmat, pemain utama yang dipercaya Indra,  sebagai pemegang ban kapten kesebelasan. Dua pemain timnas U-22 yang membantu, Saddil Ramdani dan Asnawi Mangkualam, kerap turun lapangan bergantian.

Akan tetapi, Indra mengatakan. Pada ajang ini, saya menginginkan semua pemain diberi kesempatan (sebagai pemain utama), sambung dia. Tetapi, tentu saja, pelatih 54 tahun tersebut mengungkapkan, ada pemain yang memang tak mungkin bisa turun lapangan lantaran cedera.

Kiper Muhamad Riyandi salah satunya. Penjaga gawang utama itu, divonis mengalami cedera ACL yang memaksa dia harus menjalani operasi, dan diprediksi pulih enam bulan lagi. Riyandi, dalam dua pertandingan terakhir, posisinya digantikan oleh Muchamad Aqil.

Indonesia lolos ke semifinal, sebagai juara Grup B. Skuat Garuda punya nilai sembilan angka, hasil dari tiga kali kemenangan dan sekali kalah saat penyisihan. Sementara Thailand, lawan yang muncul sebagai peringkat kedua dari Grup A. Tim Gajah Perang, merangkai penyisihan dengan empat kali kemenangan dan sekali imbang.

Pada partai semifinal lainnya, akan mempertemukan antara Myanmar dan Malaysia. Skuat the Young White Angel sebagai runner up Grup B, dan Harimau Malaya sebagai juara  dari Grup A. Jika Indonesia mampu membikin kandas Thailand, hasil laga antara Myanmar dan Malaysia, akan mengantarkan salah satunya sebagai lawan pada babak final.