Kamis , 12 October 2017, 19:00 WIB

PSSI Hanya Usul 3 Tim Teratas Liga 1 di Liga Champions Asia

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Endro Yuwanto
Djoko Driyono
Djoko Driyono

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) belum memastikan klub Liga 1 2017 yang akan berlaga di Liga Champions Asia 2018 maupun di Piala AFC 2018. Namun, Wakil Ketua Umum PSSI Djoko Driyono memastikan, PSSI hanya akan mendaftarkan tim dari ranking tiga besar klasemen final kompetisi nasional.

"PSSI hanya beracuan dari based regulation AFC (regulasi dari Federasi Sepak Bola Asia)," kata Djoko saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (12/10).

Djoko menjelaskan, regulasi tersebut memastikan, PSSI hanya mendaftarkan tim terbaik dari Liga 1 musim ini. Tim tersebut adalah juara Liga 1, dan peringkat dua serta ketiga musim ini.

Akan tetapi, Djoko mengatakan, PSSI pun sampai hari ini belum memutuskan tim mana yang akan didaftarkan. Menurut dia, ada sejumlah alasan mengapa federasi belum mempunyai proyeksi nama klub menuju Liga Champions Asia maupun Piala AFC.

Pertama, terkait kompetisi Liga 1 yang belum selesai. Kompetisi saat ini baru memasuki pekan ke-29. Masih tersisa enam partai pertandingan lagi sebelum pekan final di pertandingan ke-34 yang terjadwal pada November mendatang.

Tetapi, jika menengok klasemen sementara ini, klub tiga besar di klasemen Liga 1 menjadi milik empat klub. Di antaranya Bhayangkara FC, Bali United, Madura United, serta PSM Makassar.

Sampai hari ini, lanjut Djoko, PSSI belum pasti memilih klub perwakilan Indonesia di Piala AFC maupun Liga Champions Asia, sebab konstelasi peringkat klasemen Liga 1 masih ketat menuju rangkaian final.

Alasan kedua, PSSI belum punya nama perwakilan klub di dua ajang tersebut, lantaran AFC belum memberikan jatah pasti bagi Indonesia. "AFC belum memutuskan berapa slot untuk Indonesia di kompetisi itu," ujar dia.

Namun, Djoko mengatakan, ada kemungkinan Indonesia punya slot 1,5 sampai jatah 2,5. Artinya, kata dia, kepesertaan Indonesia di Liga Champions Asia hanya satu. Pun itu harus mengikuti babak play-off. Sementara di Piala AFC, Indonesia memiliki peluang mendaftarkan dua kesebelasan dari Liga 1.

Direktur Hukum dan Regulasi Liga Indonesia Baru (LIB) Tigor Shalomboboy, pada Rabu (11/10) mengatakan, proses mendapatkan lisensi klub AFC berakhir pada 30 Oktober 2017. Kata dia, untuk mendapatkan lisensi tersebut, AFC akan memverifikasi kelayakan tim yang disorongkan PSSI menuju dua gelaran tersebut.

Tigor menyampaikan, jika AFC dalam verifikasinya tak meloloskan klub-klub ajuan PSSI, itu artinya memaksa Indonesia tak ada perwakilan di dua ajang tersebut. Kata dia, ada sejumlah regulasi AFC dalam proses lisensi tersebut yang membuat klub-klub Liga 1 berat lolos verifikasi.

Menurut Tigor, di antaranya soal regulasi pendukung. Dalam regulasi AFC untuk dua gelaran itu, mengharuskan klub peserta berbadan hukum minimal dua tahun. Selain itu, klub peserta harus minimal dua musim mengikuti kompetisi kasta utama domestik di negara masing-masing.

Selain itu, klub-klub peserta harus punya stadion kandang yang tak pindah selama dua musim. Juga, mengharuskan tim peserta, tak mengganti logonya selama dua tahun belakangan. Dari ragam regulasi tersebut, empat tim tiga besar di Liga 1 saat ini tak ada yang memenuhi syarat.

Berita Terkait