Kamis , 19 October 2017, 07:50 WIB

Indra Sjafri: Metode Blusukan tak Ideal

Red: Ratna Puspita
REPUBLIKA/Ali Mansur
Indra Sjafri.
Indra Sjafri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pelatih tim nasional U-19 Indonesia Indra Sjafri mengatakan metode blusukan, seperti yang selama ini dilakukannya, bukanlah cara ideal untuk menemukan pemain-pemain muda berbakat.

"Jika masih melakukan blusukan artinya ada yang salah dengan sistem sepak bola kita," ujar Indra dalam diskusi yang digelar oleh perhimpunan wartawan PSSI, PSSI Pers, di Jakarta, Rabu (18/10) malam.

Menurut pelatih yang membawa Indonesia juara Piala AFF U-19 pada tahun 2013 ini, pemain muda seharusnya didapatkan dari kompetisi yang dijalankan secara reguler dan berjenjang. Dia melanjutkan kompetisi itu mestinya dikelola langsung oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan tidak terpisah-pisah seperti yang terjadi saat ini.

"Semua kompetisi usia muda itu kan ujungnya adalah tim nasional. Nah, kompetisi-kompetisi di luar PSSI itu apakah bisa dijamin semuanya berkontribusi untuk timnas?" kata dia.

Terkait seperti apa kompetisi yang dimaksudnya, Indra menyebut dia membayangkannya seperti pelaksanaan Piala Dunia. Kompetisi usia muda tersebut diawali dengan pelaksanaan kompetisi di tingkat asosiasi provinsi, seperti kualifikasi di Piala Dunia.

"Di tahun pertama, kualifikasi tingkat asprov, lalu tahun berikutnya masuk putaran nasional setelah itu baru diseleksi untuk timnas. Jadi tidak perlu pertandingan tingkat nasional setiap tahun, asprov juga tidak punya dana untuk itu," tutur Indra.

Dengan adanya kompetisi yang teratur seperti itu, Indra yakin kualitas pelatih juga akan bertambah baik dan tim pemantau bakat bisa lebih mudah melakukan pendataan pemain berpotensi baik. "Pelatih tim nasional nantinya tinggal memilih pemain yang dibutuhkan berdasarkan data itu," kata dia.

Pendapat senada juga diungkapkan pelatih timnas U-22 dan senior Indonesia Luis Milla. Milla mengatakan kompetisi merupakan salah satu dari tiga elemen paling penting dalam pengembangan pemain muda.

Selain kompetisi, diperlukan pula pelatih yang berkualitas dan infrastruktur yang memadai. "Indonesia adalah negara yang besar dan banyak sekali pemain muda berpotensi. Kalau mau mendapatkan pemain berkualitas tinggi dari mereka, semua elemen sepak bola Indonesia harus bekerja sama dan memiliki satu visi dalam bertindak," ujar Milla, yang pernah melatih timnas U-19, U-20, U-21 dan U-23 Spanyol.

Sumber : Antara