Rabu , 06 Desember 2017, 19:53 WIB

Persipura Dekati Pelatih Inggris

Red: Didi Purwadi
ANTARA FOTO/Indrayadi
Selebrasi Boaz Solossa bersama rekan-rekan usai mencetak gol ke gawang Borneo FC pada laga lanjutan Liga 1 Gojek Traveloka 2017 di Stadiun Mandala Jayapura, Papua, Selasa (2/5). Persipura akan melawan Persib Bandung, besok.
Selebrasi Boaz Solossa bersama rekan-rekan usai mencetak gol ke gawang Borneo FC pada laga lanjutan Liga 1 Gojek Traveloka 2017 di Stadiun Mandala Jayapura, Papua, Selasa (2/5). Persipura akan melawan Persib Bandung, besok.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Manajemen Persipura Jayapura tengah mendekati Peter Butler, pelatih asal Inggris, yang pernah melatih Persiba Balikpapan pada musim 2006/2007 dan 2012 untuk melatih Boaz TE Solossa dan kawan-kawan.

Ketua umum Persipura Jayapura, Benhur Tommy Mano ketika dikonfirmasi dari Kota Jayapura, Papua, Rabu, membenarkan pihaknya sedang kendekati pelatih yang pernah membawa tim nasional Botswana lolos pada Piala Afrika 2014 itu.

"Saya sudah ketemu langsung dengan calon pelatih Persipura Jayapura, beliau adalah coach Peter Butler yang berasal dari Inggris," katanya.

Menurut dia, pelatih tersebut sudah punya pengalaman cukup banyak dalam melatih berbagai klub dan tim nasional. Bahkan, Butler juga pernah di Indonesia beberapa tahun lalu dan sempat menangani Persiba Balikpapan.

"Coach Peter sudah cukup mengerti sepak bola Indonesia, termasuk bisa berbahasa Indonesia, sehinga jadi lebih mudah komunikasi,'' katanya. ''Memang belum tanda tangan kontrak, tetapi pembicaraan kita sudah di tahap sepakat. Jadi, kontrak tinggal tunggu waktu dan sponsor saja.''

Peter, kata Benhur Tommy Mano, sudah berkomitmen akan berusaha sebaik mungkin agar bisa membawa Persipura ke posisi terbaik untuk kompetisi musim depan. "Coach Peter juga mengaku senang karena bisa menukangi Persipura Jayapura. Kita berdoa dan beri dukungan semoga Peter Butler bisa berikan yang terbaik buat Muriara Hitam," katanya.

Hanya saja, lanjut Wali Kota Jayapura itu, pihaknya sedang menunggu tanggapan dari PT Freeport Indonesia dan Bank Papua untuk menjadi sponsor utama sebagai kelanjutan kerja sama pada 2018. "Saya sangat berharap, kita bisa didukung Rp 10 miliar dari Bank Papua dan Rp 12 miliar dari Freeport, itu harapan saya. Kalau bisa dapat nilai itu, maka kita akan bisa bergerak leluasa di bursa transfer untuk rekrut pemain terbaik," katanya.

Sumber : Antara