Kamis , 07 Desember 2017, 16:30 WIB

Milla Sebut Timnas Butuh Solusi Saat Melakukan Serangan

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Endro Yuwanto
antara/sigid kurniawan
Pelatih timnas U-22 Luis Milla.
Pelatih timnas U-22 Luis Milla.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Timnas sepak bola Indonesia hanya mampu meraih peringkat kedua di turnamen Piala Solidaritas Tsunami Aceh 2017. Kegagalan meraih juara di gelaran buatan sendiri memperpanjang puasa gelar tim asuhan pelatih Luis Milla Aspas di semua level kompetisi sepanjang tahun ini.

Milla mengaku tak masalah. Yang paling penting, menurut dia, dirinya sudah melihat utuh kualitas pemain yang akan disiapkan menuju Asian Games 2018. Selama turnamen, Milla membawa sebanyak 24 penggawa. Para pemain tersebut merupakan kombinasi antara U-19 dan U-23, serta tiga penggawa senior Garuda.

Para pemain tersebut, termasuk Ilija Spasojevic dan Andritany Ardhiyasa dari penggawa senior. Juga Egy Maulana Vikry dari Garuda Muda. Selebihnya merupakan para penggawa U-23 besutan Milla dari SEA Games 2017.

"Dari turnamen ini, saya sudah melihat semua kualitas pemain saya," kata Milla, Kamis (7/12).

Menurut Milla, ke depan timnya hanya membutuhkan solusi dari permainan menyerang yang selama ini diterapkan saat latihan. Usai gelaran Piala Solidaritas Tsunami Aceh, timnas Indonesia masih punya sejumlah agenda pertandingan uji coba menjelang Asian Games.

Pada pekan kedua Januari 2018 mendatang, Milla juga diminta mempersipkan para penggawa kombinasinya untuk menjamu timnas Islandia.  Milla mengaku memang belum punya gambaran. Tetapi, kata dia, uji coba dengan salah satu negara sepak bola terbesar di zona Eropa itu menjadi salah satu kebutuhan timnya untuk menjajal diri.

Sebab, Milla menegaskan, skuat Garuda membutuhkan jam terbang bertanding dengan kesebelasan yang menampilkan level permainan lebih baik.