Thursday, 3 Sya'ban 1439 / 19 April 2018

Thursday, 3 Sya'ban 1439 / 19 April 2018

Badan Resolusi Sengketa Sepak Bola Mulai Aktif pada 2018

Ahad 14 January 2018 03:22 WIB

Red: Israr Itah

Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria

Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria

Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG - - Badan Resolusi Sengketa Nasional (National Dispute Resolution Chamber/NDRC) yang berada di bawah PSSI mulai aktif pada musim 2018. Ini disampaikan Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria.

Tisha mengungkapkan bahwa keberadaan NDRC membuat semua sengketa yang terkait persepakbolaan nasional tidak lagi dibawa ke PSSI. "Jadi tidak perlu mengadukan secara sporadis ke PSSI ketika ada sengketa di sepak bola domestik. NDRC yang akan menyelesaikannya," ujar Ratu usai Kongres PSSI di Tangerang, Sabtu (13/1).

Ihwal pembentukan NDRC di Indonesia sebenarnya sudah dimulai sejak Februari 2017. Ini ditandai dengan kedatangan perwakilan FIFA, Federasi Pesepak Bola Profesional Internasional (FIFPro) dan Asosiasi Klub Eropa (ECA) ke Tanah Air.

FIFA menjadikan Indonesia sebagai satu dari empat negara yang dijadikan proyek percontohan NDRC dan memberikan bantuan dana sebesar 40 ribu dolar AS untuk membentuk badan tersebut. Di Asia hanya ada dua negara yang ditunjuk oleh FIFA membentuk NDRC, yaitu Indonesia dan Malaysia. NDRC adalah lembaga yang bertindak berdasarkan aduan. Bentuk badan ini layaknya pengadilan arbitrase tetapi khusus sepak bola dan bersifat independen meski berada dalam naungan PSSI.

Ada tiga substansi sengketa yang dapat diselesaikan di badan ini. Pertama terkait kontrak pemain di klub. Kedua kompensasi latihan (training compensation) atau kompensasi yang diberikan klub ketika mengikat kontrak pemain secara profesional kepada klub di mana pesepak bola dilatih saat masih berstatus amatir pada usia muda. Ketiga, kompensasi solidaritas, yaitu mekanisme penghargaan transfer antarklub.

Ratu Tisha menegaskan NDRC tak sama dengan Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI). "BAORI itu lebih tinggi kedudukanya dan mereka mengurus sengketa berbagai cabang olahraga jadi tak bisa disamakan," kata dia. 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES