Sabtu, 5 Sya'ban 1439 / 21 April 2018

Sabtu, 5 Sya'ban 1439 / 21 April 2018

LIB: Liga 2 2018 Dimulai pada 23 April

Senin 16 April 2018 22:24 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Andri Saubani

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru Berlinton Siahaan

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru Berlinton Siahaan

Foto: REPUBLIKA/Ali Mansur
Laga pembuka Liga 2 akan mempertemukan Persis Solo lawan Semen Padang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Operator kompetisi sepak bola nasional PT Liga Indonesia Baru (LIB) melingkari Senin (23/4) sebagai pembukaan Liga 2 2018. Bersama PSSI dan klub-klub kasta kedua nasional tersebut sepakat menjadikan laga pembuka gelaran tersebut dengan mempertandingkan antara Persis Solo menghadapi Semen Padang FC di stadion Manahan, Jawa Tengah (Jateng).

Direktur Utama LIB Berlinton Siahaan dalam rapat bersama klub dan federasi, Senin (16/4) menerangkan, kick off perdana Liga 2 musim ini mundur dari jadwal semula. Kata dia, awalnya LIB menjadikan Sabtu (21/4) sebagai pekan pertama Liga 2.

Namun Berlinton menerangkan, lantaran ada sejumlah kendala teknis dan sponsor serta pendanaan, juga penyiaran kompetisi strata dua nasional tersebut, diundur dua hari dari rencana dan jadwal semula. "Dengan adanya beberapa pertimbangan, Liga 2 tetap akan digelar. Kontestan setuju dengan jadwal kick off yang sudah disepakati hari ini," ujar dia, di Jakarta, Senin (16/4).

Berlinton juga menerangkan soal Liga 2 musim ini yang berbeda dari 2017 lalu. Terutama kata dia, soal jumlah peserta dan pendanaan. Kata dia, musim lalu peserta kompetisi strata dua berjumlah 64 klub yang terbagi dalam delapan grup. Musim ini, jumlah peserta Liga 2 berjumlah 24 tim.

Jika musim lalu delapan grup berisikan masing-masing delapan kesebelasan, musim ini hanya ada dua grup. Yakni Grup Barat dan Grup Timur. Masing-masing grup berisikan 12 kesebelasan. Di antara tim-tim peserta Liga 2 musim ini, ada tiga kesebelasan dari Liga 1 2017 yang terdegradasi.

Yaitu Semen Padang, Persiba Balikpapan, dan Persegres Gresik. Pengganti tiga tim tersebut di Liga 1 2018, yakni tiga tim teratas Liga 2 2017. Yakni Persebaya Surabaya, PSMS Medan, dan PSIS Semarang. Adapun sistem kompetisi Liga 2 musim ini, tetap sama seperti musim lalu dengan sistem kandang dan tandang.

Terkait pendanaan Liga 2 musim ini, pun berbeda dari tahun lalu. Musim lalu, nilai kompensasi kepesertaan kompetisi strata dua cuma senilai Rp 600 juta. Tahun ini LIB meninggikannya dengan jumlah Rp 1,5 miliar yang akan digelontorkan dalam dua tahap.

Tahap pertama senilai Rp 1,25 miliar. Sisanya, akan diberikan pada saat tim tersebut menembus babak delapan besar. Babak delapan besar Liga 2 musim ini, akan mempertemukan empat tim teratas dari Grup Barat dan Timur untuk menuju babak semifinal.

Hadiah juara pertama Liga 2 musim ini pun bertambah. Musim lalu, Persebaya sebagai juara pertama berhak dengan hadiah Rp 1 miliar. Musim ini, tim podium utama berhak dengan hadiah Rp 1,5 miliar. Peringkat kedua Rp 1 miliar, dan peringkat ketiga Rp 500 juta.

Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono usai rapat dengan LIB dan klub peserta Liga 2, menyampaikan semangat kompetisi kasta kedua dengan Liga 1 tetap sama. Yakni dengan memunculkan kompetisi sepak bola di Tanah Air yang sehat dan terstruktur. "Spirit-nya (semangat) tetap kita inginkan adanya unsur olahraga dan industri," ujar dia.

Joko berharap, kualitas Liga 2 musim ini meningkat dari musim lalu. Harapan tersebut wajar mengingat kompetisi strata kedua musim ini, melibatkan tiga tim yang merasakan rivalitas tim-tim utama Liga 1 musim lalu.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA