Kamis , 19 Mei 2016, 21:49 WIB

Pengusaha Cina Beli Aston Villa

Red: Israr Itah
wikipedia
Aston Villa
Aston Villa

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pengusaha Cina Xia Jiantong telah setuju untuk membeli Aston Villa. Xia akan menjadi pria Cina daratan pertama yang sepenuhnya memiliki sebuah tim Inggris.

Kepada Reuters, Kamis (19/5), ia mengatakan bahwa perusahaan miliknya Recon Group, bisa membayar lebih dari 100 juta pound (Rp 1,98 triliun) untuk klub. Meskipun ia juga mengatakan bukan berarti punya uang berlebih untuk Villa.

Villa telah menurun sejak pengusaha AS Randy Lerner membeli klub sebesar 125 juta dolar (Rp 1,7 triliun) pada 2006. Vila terdegradasi dari Liga Primer Inggris musim ini setelah hanya memenangi tiga pertandingan.

Lerner dilaporkan telah mengucurkan 300 juta dolar AS (Rp 4 triliun) untuk klub, tapi kemudian mundur setelah Villa hanya menempati posisi 16, 15, 15 dan 17 di liga sebelum akhirnya terdegradasi.

Akuisisi salah satu klub paling bersejarah Inggris oleh seorang pengusaha Cina mengikuti investasi terbesar Negeri Tirai Bambu itu pada sepak bola di luar negeri, Desember lalu. Sebuah konsorsium yang dipimpin oleh China Media Capital mengambil alih saham Manchester City sebesar 13 persen dengan harga 400 juta dolar AS (Rp 5,4 triliun).

Kesepakatan dengan Villa bukan sekadar investasi, tapi kepemilikan 100 persen.

"Kepemilikan China sekarang harus memutuskan bagaimana menjalankan klub," kata Mark Dreyer, pendiri situs olahraga berbasis di Beijing, Cina Sports Insider.

Saingan berat Villa, Birmingham City juga dijalankan dari Asia, menyusul pengambilalihan oleh pengusaha Hong Kong Carson Yeung pada 2009 lalu.

Dalam pesan terakhir untuk fans Villa, Lerner mengatakan ia yakin bahwa Xia--diperkenalkan melalui website klub sebagai Tony Xia--akan berinvestasi pada skuat dan infrastruktur klub, termasuk Stadion Villa Park.

"Tony telah membangun karirnya di sekitar infrastruktur. Dia pasti seorang pengusaha yang sangat sukses, tetapi penting bagi saya dia bergairah tentang arsitektur, desain situs dan perencanaan," kata dia.