Kamis , 18 Mei 2017, 22:52 WIB

[pratinjau] Leicester Vs Tottenham: Gengsi Sang Juara Bertahan

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Andri Saubani
REUTERS/Carl Recine
Gelandang Leicester City Riyad Mahrez (tengah) saat mencetak gol ke gawang Tottenham Hotspur.
Gelandang Leicester City Riyad Mahrez (tengah) saat mencetak gol ke gawang Tottenham Hotspur.

REPUBLIKA.CO.ID,-- LEICESTER -- Leicester City akan menjamu lawan kuat Tottenham Hotspur pada lanjutan Liga Primer Inggris pekan ke-38 yang digelar di Stadion King Power , Jumat (19/5) dini hari WIB. Meski kedua tim sudah berada dalam posisi aman, baik The Foxes atau pun Tottenham tetap ingin menutup musim dengan kemenangan.

Tuan rumah Leicester City saat ini duduk di peringkat 11 klasemen dengan 43 angka, terpaut dua angka dari Bournemouth yang duduk satu peringkat di atas mereka. Bila Leicester gagal naik peringkat berarti akan menjadi catatan rekor buruk baru di pentas Liga Inggris, yakni sang juara bertahan finis di peringkat terendah. Musim lalu Chelsea finis di posisi sepuluh setelah juara musim sebelumnya.

Tentu terdapat gengsi dalam diri  'Si Rubah' jika mengakhiri musim dengan catatan buruk tersebut. Meskipun mereka sudah memantapkan posisi dari zona degradasi.

Untuk itu pelatih Leicester Craig Shakespeare mengatakan kepada para pemain untuk bisa memanfaatkan laga kandang saat melawan Tottenham demi meraih tiga angka sekaligus menutup musim dengan masuk ke jajaran sepuluh besar Liga Primer Inggris.

"Kami telah berusaha untuk bisa tampil semaksimal mungkin dan tetap berada dalam persaingan di atas. Namun, kita lihat bahwa semua tim memiliki kesempatan untuk itu. Yang pasti di dua laga terakhir ini anak-anak akan memberikan yang terbaik. Target kami adalah masuk dalam 10 besar," katanya dikutip laman resmi klub, Rabu (17/5).

Setelah 'dongeng cinderela' musim lalu, Leicester tampil inkonsisten pada tahun ini dan membuat keputusan besar yang berujung pada pemecetan Claudio Ranieri dari kursi kepelatihan. Posisi itu digantikan dengan Shakespeare yang mampu membawa The Foxes bertahan di papan tengah Liga Inggris, sekaligus melangkah hingga babak perempat final Liga Champions, (tersingkir dari Atletico Madrid).

Tak heran jika sebelumnya banyak kalangan yang tidak memperhitungkan nama Shakespeare di stadion berkapasitas 32.448 bangku penonton. Bahkan, muncul nada sumbang yang menyebut Jamie Vardy dan kawan-kawan bisa dijadikan lumbung gol oleh para lawan dan bakal terperosok ke jurang degradasi.

Namun, catatan positif hadir bahwa pelatih berusia 57 tahun itu mampu membawa Si Rubah Biru bersaing di pentas Eropa sebagai wakil tunggal menyisihkan tiga klub lain Tottenah Hotspur, Arsenal, dan Manchester City. Hal ini adalah bukti bahwa sihir Shakespeare membuat orang dengan cepat melupakan tragedi pemecatan Ranieri.

Alhasil, target terakhir Leicester untuk musim 2016/2017 adalah masuk dalam sepuluh besar dengan syarat memenangkan dua laga sisa melawan Tottenham dan AFC Bournemouth. "Kami harus fokus pada diri sendiri di dua partai terakhir. Kemenangan melawan Tottenham sangat berarti ketika kami memainkan laga penentu melawan Bornemouth," sambung pelatih asal Brimigham, Inggris tersebut.

Di kubu tim tamu, Tottenham Hotspur sudah memastikan mereka finish di urutan kedua dengan selisih sepuluh angka dari sang juara Chelsea. Pertandingan ini tak berpengaruh lagi bagi Spurs dan kemungkinan Mauricio Pochettino akan memanfaatkan laga yang tersisa untuk memberikan pengalaman pada pemain-pemain mudanya.

Sementara itu, seorang pundit yang juga mantan pemain Arsenal Paul Merson mengatakan bahwa Spurs akan tetap menurunkan pemain terbaiknya untuk mengakhiri musim dengan catatan positif setelah kampanye lain di bawah asuhan Mauricio Pochettino.

"Saya pikir ini akan menjadi pertandingan yang menarik. Leicester telah menunjukan kualitasnya meski tak sebaik musim lalu, sebaliknya Spurs telah menunjukan kualitas terbaik di musim ini mereka pun bakal pergi dengan tujuan yang sama, mencari kemenangan," tulis Merson kepada Sky Sport dilansir The Sport Review, Selasa (17/5).

Penyerang Spurs, Harry Kane menegaskan bahwa pencapain timnya musim ini berkat usaha keras yang dibangun bersama-sama. "Kita keluarga di dalam dan luar lapangan, Kami bekerja begitu keras sebagai sebuah tim. Kami berada dalam percaya diri yang tinggi untuk mengakhiri musim ini dan menatap musim depan," tegasnya.

Adapun bomber timnas Inggris tersebut menambahkan bahwa musim depan Spurs harus memenangkan gelar Liga Inggris dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang terjadi pada musim ini. Dia berharap dipertandingan kali ini The Lilly Whites kembali meraih tiga angka.

"Itu harus menjadi langkah berikutnya (memenangkan gelar liga). Hal itu harus kami gunakan sebagai motivasi untuk sampai ke sana di musim depan. Namun, saat ini kami harus fokus pada laga melawan Leicester, mereka tengah berada pada keadaan sulit setelah memenangkan gelar liga tapi kami tak mau meremehkannya dan siap menjalani laga tandang ke Stadion King Power."

Untuk urusan formasi, Pochettino diperediksi bakal mengusung skema 3-4-3 dengan meletakan tiga penyerang sekaligus Harry Kane, Dele Alli, dan Christian Eriksen. Sedangkan di lini tengah Moussas Dembele bakal ditemani oleh Wanyama, Rose, serta Trippier. Pada sektor belakang trisula bek tengah diisi oleh Vertonghen, Eric Dier, dan Tomy Alderweireld yang berada tepat di depan penjaga gawang Hugo Lloris.

Berita Terkait