Selasa , 17 Oktober 2017, 16:30 WIB

Ada Peluang Miliki Newcastle, Erick Fokus Majukan Inter

Rep: Gilang Akbar Prambadi/ Red: Ratna Puspita
Republika/Rizky Jaramaya
Ketua Panitia Pelaksana Asian Games (Inasgoc) Erick Thohir memberikan keterangan pers usai melaporkan perkembangan Asian Games 2018 di Kantor Wakil Presiden, Kamis (27/9).
Ketua Panitia Pelaksana Asian Games (Inasgoc) Erick Thohir memberikan keterangan pers usai melaporkan perkembangan Asian Games 2018 di Kantor Wakil Presiden, Kamis (27/9).

REPUBLIKA.CO.ID, NEWCASTLE -- Presiden Inter Milan Erick Thohir tidak berpikir untuk menyambut tawaran yang sedang Newcastle buka per Selasa (17/10) ini. Pemilik Mahaka Group ini mengatakan, untuk sekarang ia masih ingin fokus memimpin Inter.

Kondisi klub asal Liga Primer Inggris, Newcastle United yang sedang mencari pemilik baru jadi perhatian dunia. Banyak pihak menduga, Newcastle akan jatuh ke tangan pengusaha Asia yang memang sedang sangat gencar menginvestasikan uangnya di klub-klub Inggris.

Satu di antaranya Erick Thohir. Pengusaha muda asal Indonesia ini banyak disebut layak untuk menjalankan roda dari klub yang berlokasi di Inggris utara ini.

Erick menjelaskan, ia tak mau mengalihkan konsentrasinya dalam memajukan Inter dengan membeli Newcastle. Hal itu karena sesuai aturan di Eropa, jika mau mengambil alih the Magpies, maka Erick harus melepas dulu Inter.

"Pada saat ini masih fokus dengan Inter Milan untuk di Eropa. Ada peraturan di Eropa tidak boleh memiliki dua klub di satu zona. Italia (basis Inter) dan Inggris (basis Newcastle) merupakan satu zona Eropa," kata Erick melalui pesan singkat kepada Republika, Selasa.

Pemilik klub basket Indonesia, Satria Muda, ini tak menampik soal gairahnya dalam berkecimpung di dunia olahraga. Untuk itu, Erick sengaja membeli klub lain yang tidak melanggar aturan zona.

"Karena itu saya memiliki klub di zona lain. Klub kedua saya terletak di zona Amerika. Yakni DC United yang berada di Washington DC," kata Erick.

Pemilik Newcastle United Mike Ashley resmi akan melepas klub yang dibelinya 2007 itu ke pasaran. Melalui laman resmi klub, perusahaan yang menaungi Newcastle, St. James' Holdings Limited, menyebut langkah untuk menjual Newcastle sudah dibuka. 

Paling lambat, Newcastle akan berganti kepemilikan sebelum tutup tahun ini. "Demi arah masa depan yang lebih jelas dan terang, salah satu klub dengan sejarah tertua dan pendukung terbaik di Inggris ini memutuskan untuk membuka diri bagi kepemilikan baru," demikian bunyi pernyataan resmi tersebut dikutip dari the Independent, Selasa (17/10).

Disebutkan, langkah besar ini diambil agar bisa memberikan Newcastle ruang dan kesempatan yang lebih besar untuk berprestasi. Untuk itu, saat ini Newcastle akan mulai menerima seluruh tawaran yang masuk.

Nantinya, para pembeli yang punya potensi akan dilihat dulu sejauh mana gairah mereka dalam memajukan Newcastle. "Proses akan segera dimulai untuk mencari pemilik baru yang mau memberikan investasi berkelanjutan dan dedikasi agar bisa membuat klub ini semakin berprestasi," kata mereka.