Sabtu , 25 November 2017, 09:00 WIB

Kecemasaan Kubu Anfield Hadapi Chelsea

Red: Ratna Puspita
AP/Miguel Morenatti
  Liverpool bermain imbang 3-3 atas  Sevilla dalam laga Grup E Liga Champions di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan, Rabu (22/11) dini hari WIB.
Liverpool bermain imbang 3-3 atas Sevilla dalam laga Grup E Liga Champions di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan, Rabu (22/11) dini hari WIB.

Oleh Gilang Akbar Prambadi

Wartawan Republika

Pelatih Liverpool Juergen Klopp berharap penyakit inkonsisten pasukannya tak terulang ketika menjamu tamu kuat, Chelsea pada lanjutan Liga Primer Inggris 2017/2018, Ahad (26/11) dini hari WIB. Klopp sejauh ini sering dibuat sakit kepala oleh penampilan tak stabil pasukannya.

Dalam sejumlah laga, Klopp selalu melihat celah menganga dari performa Emre Can dan kawan-kawan. Paling terbaru terjadi ketika timnya bertamu ke markas klub Spanyol, Sevilla Rabu (22/11) dini hari WIB. 

Pada laga kelima babak penyisihan Grup E Liga Champions 2017/2018 itu, Liverpool ditahan imbang Sevilla 3-3. Padahal, the Reds sempat unggul terlebih dulu dengan skor sangat telak 0-3.

Pada babak kedua, para pemain Liverpool malah membuat banyak keteledoran. Keunggulan 3-0 yang diukir pada babak pertama pun harus hilang seketika sehingga bisa disamakan menjadi 3-3. Imbasnya, Liverpool harus pulang dengan satu angka. Padahal, andai membawa pulang tiga angka Liverpool bisa memastikan tiket lolos babak 16 besar.

Klopp mengatakan, jika keteledoran serupa terus terjadi di pertandingan-pertandingan selanjutnya maka Liverpool akan menderita. Secara khusus, pelatih asal Jerman ini mencemaskan kedatangan Chelsea ke Anfield nanti.

Klopp tak mau timnya jadi bulan-bulanan Chelsea karena tidak sanggup membenahi permainan, terutama di lini belakang. "Kami sering kehilangan hasil kerja keras dalam beberapa laga. Saya tak ingin ini terulang ketika menghadapi tim seperti Chelsea," kata Klopp dikutip dari Liverpool Echo, tengah pekan lalu. 

Kapten Liverpool Jordan Henderson pun siap melaksanakan titah dari pelatih yang sudah memimpin Liverpool sejak Oktober 2015 ini. Henderson memaklumi kecemasan yang dirasakan oleh Klopp.

Menurut Henderson, dalam beberapa laga penting, Liverpool selalu salah dalam bersikap. Akibatnya, hasil negatif pun harus diraih. Namun, pemain berusia 27 tahun ini tak mau jika kesalahan cuma diarahkan kepada pertahanan Liverpool semata.

Henderson mengatakan, seluruh pemain the Kop punya tanggung jawab bersama dalam mengemban kesalahan yang dilakukan. "Kami semua seharusnya introapeksi. Tapi kami cukup yakin dengan langkah kami di liga, saya harap kami bisa tampil lebih baik," kata Henderson.

Liverpool saat ini menempati peringkat kelima dengan 22 angka. Jumlah ini terpaut tiga dari Chelsea yang ada di peringkat ketiga. Henderson pun meminta rekan-rekannya untuk menekan Chelsea sejak awal laga demi meraih kemenangan. 

Jika bisa menambah tiga angka maka peringkat Liverpool akan semakin baik di posisi empat besar. "Saya yakin kami punya kemampuan untuk mencetak gol lebih dulu jika itu bisa kami lakukan, maka kami harus punya pertahanan yanh lebih baik agar kejadian melawan Sevilla tidak terulang," kata Henderson.

Pelatih Chelsea Antonio Conte ingin mengembalikan Chelsea ke jalur kemenangan atas Liverpool di Anfield. Dalam dua musim terakhir, Chelsea cuma bisa membawa pulang 1-1 angka dari dua laga tandang terakhir. Salah satunya dirasakan Conte musim lalu.

Saat ini, langkah Chelsea sedang sangat apik di berbagai ajang. Dalam tiga laga terakhir, Chelsea menang di ajang Liga Primer Inggris dan Liga Champions. Total, Chelsea membuat sembilan gol tanpa sekalipun tidak kebobolan.

Kemenangan tebaru diraih oleh Chelsea ketika membantai Qarabag dengan skor empat gol tanpa balas di ajang Liga Champions. "Kami sedang sangat optimisitis. Tapi terus terang, kelelahan. Tim ini cuma punya waktu istirahat satu hari sebelum melawan Liverpool, saya harap kami bisa tetap melahirkan performa berkualitas," kata Conte.

Lihat juga Infografis Tiga Tahun Chelsea tak Pernah Kalahkan Liverpool

Berita Terkait