Selasa , 21 March 2017, 09:00 WIB

Pembelian Milan Oleh Investor Cina Terancam Gagal

Rep: Agus Raharjo/ Red: Andri Saubani
REUTERS
Silvio Berlusconi
Silvio Berlusconi

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN—Proses pengambilalihan kepemilikan AC Milan oleh investor asal Cina, Sino-Europe Sport dilaporkan terancam gagal jika deposit sebesar 100 juta euro tidak disetor pekan ini. Laporan menyebut, deposit yang harusnya diselesaikan investor Cina pekan lalu akan diberikan di Kepulauan British Virgin. Dilansir dari Football Italia, Sport Mediaset mengklaim deposit dari investor Cina tidak mungkin datang besok pagi, yang berarti kesepakatan antara kedua pihak bisa gagal.

Mediaset mengungkapkan, hingga saat ini belum ada batas waktu resmi yang diberikan oleh pihak Rossoneri melalui perusahaan milik Silvio Berlusconi, Fininvest. Tapi Mediaset percaya kalau deposit dana segar dari investor Cina gagal masuk pekan ini.

Bahkan media di Italia itu mengutip peringatan dari lembaga negara Cina dalam perdagangan luar negeri investor mereka. “Merger dan akuisisi di luar negeri kadang-kadang hanya menyerupai mawar dengan duri, sehingga Anda harus berhati-hati dan perlu membuat pemeriksaan,” tutur Kepala Administrasi Negara untuk Valuta Asing yang juga Wakil Gubernur Bank Sentral Cina, Pan Gongsheng dikutip dari Football Italia, Selasa (21/3).

Gongsheng bahkan menilai soal proses pengambilalihan kepemilikan AC Milan oleh investor asal Cina. Dia meragukan pengambilalihan kepemilikan Rossoneri sebagai dorongan untuk memperkuat sepak bola Cina. “Ini akan menjadi hal yang bagus kalau merger dan akuisisi memberikan dorongan untuk sepak bola di Cina. Tapi dalam kasus ini?” tegas dia.

Gongsheng mengungkapkan, banyak perusahaan Cina telah memiliki tingkat utang pada level yang sangat tinggi dan meminjam dana dalam jumlah sangat besar untuk pembelian melintas batas. “Yang lain mengklaim untuk berinvestasi, tapi hanya sekadar mentrasfer kegiatan mereka,” tegas Gongsheng.

Menurut laporan, deposit dana yang seharusnya diterima Rossoneri akan dilakukan melalui wilayah Karibia dan dibiayai oleh Bank Huarong, salah satu dari empat bank yang didirikan oleh negara Cina. Namun, salah satu sumber di Cina menyebut, Bank Huarong tidak berurusan dengan transaksi terbaru. Bahkan, bank kecil, Bank of East Asia dianggap bertanggung jawab untuk mentransfer dana.