Ahad , 18 Juni 2017, 01:12 WIB

Parma Promosi ke Serie B

Rep: Gilang Akbar Prambadi/ Red: Israr Itah
Parma Calcio 1913
Parma Calcio 1913
Parma Calcio 1913

REPUBLIKA.CO.ID, FIRENZE -- AC Parma yang kini bernama Parma Calcio 1913 sukses meniti langkah mereka untuk kembali ke kompetisi elite sepak bola Italia pascakebangkrutan 2015 silam. Kemenangan 2-0 atas Alessandria pada laga final play-off Liga Serie C Italia, Ahad (18/6) dini hari WIB, membuat Parma promosi ke Serie B, satu setrip di bawah kasta tertinggi Liga Italia, Serie A.

Parma, tim papan atas Serie A pada era 1990-an, menang berkat gol Manuel Scavone menit ke-11 dan dan Manuel Nocciolini menit ke-67. Ini jadi kemenangan penuh sejarah untuk Parma yang 2015 lalu mendapat hukuman dari pengadilan Italia akibat tak becus mengurusi keuangan hingga bangkrut. Akibat hal tersebut, juara Piala UEFA (kini Liga Europa) 1998 itu harus terlempar ke Serie D yang terkategori sebagai liga amatir.

Menjalani musim 2015/2016 dengan skuat seadanya, Parma sukses menjuarai Serie D dan berhak naik ke Serie C Pro. Di kasta ini, pada akhir musim 2016/2017 Parma menduduki peringkat kedua di klasemen wilayah A. Mereka tertinggal 12 angka dari Venezia yang dilatih oleh legenda Italia Filippo Inzaghi. Atas pencapaian ini, Parma pun berhak untuk tiket play-off hingga mencapai final melawan Alessandria.

Dipimpin oleh pemain gaek Allesandro Lucarelli (39 tahun) yang sudah mengabdi di klub tersebut selama sembilan musim, Parma sukses mengisi jatah keempat tiket promosi Serie B. Kemenangan atas Alessandria di Stadion Artemio Franchi ini membuat Parma menyusul tiga klub lainnya yang sudah lebih dulu promosi. Yakni, Cremonese, Venezia, dan Foggia.

Parma pernah dikenal sebagai klub populer pada era sempat sampai awal 2000an. Nama-nama besar di dunia sepak bola pernah lahir dari klub yang bermarkas di stadion Ennio Tardini ini. Sosok-sosok tersebut sudah melegenda di kancah sepak bola saat ini.

Mereka di antaranya Lilian Thuram dan Sebastian Frey (Prancis), Fabio Cannavaro, Gianfranco Zola, Alberto Gilardino, Gianluigi Buffon, dan Marco Di Vaio (Italia), Fernando Couto (Portugal), Hidetoshi Nakata (Jepang), Adriano (Brasil) serta Hernan Crespo dan Juan Sebastian Veron (Argentina). Berkat para pemain ini, Parma sukses merengkuh sederet trofi.

Yakni, Coppa Italia 1991/1992, 1998/1999, 2000/2001, Super Coppa Italia 1999, Piala UEFA 1994/1995, 1998/1999, Piala Winnes 1992/1993, dan Piala Super Eropa 1993. Namun, karena serangkain transfer mahal yang tak sebanding dengan pemasukan, Parma mulai sekarat hingga harus terbuang ke Serie D.