Rabu , 20 September 2017, 02:58 WIB

'Milan tidak Datangkan Superstar'

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Israr Itah
EPA PHOTO EPA ANTONIO BAT
Zvonimir Boban (kiri) saat masih memperkuat AC Milan.
Zvonimir Boban (kiri) saat masih memperkuat AC Milan.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Legenda AC Milan Zvonimir Boban mengkritik mantan klubnya yang tidak mendatangkan superstar pada bursa transfer musim panas lalu. Menurut Boban, ini akan berimbas pada peluang Milan untuk menjuarai Serie A.

Rossoneri royal menghabiskan lebih dari 200 juta euro untuk mendatangkan 11 pemain baru pada mercato lalu. Tapi Boban yang menilai bahwa Diavollo Rosso masih memiliki kans kecil untuk merebut scudetto.

"Favorit scudetto masih Juventus. Meski Milan telah mengambil banyak pemain bagus, tapi tidak ada superstar. Tidak akan mudah menang dengan begitu banyak pemain baru. Tapi, saya berharap saya salah," kata Boban, dikutip dari Football Italia, Selasa (19/9).

Milan sebelumnya sempat terkenal pada era 90-an bersama pelatih Arrigo Sacchi. Iblis Merah berhasil meraih dua Piala Champions pada 1988/1989, 1989/1990, satu scudetto 1987/1988, dua Internasional Cup 1989 dan 1990. Kesuksesan ini dlanjutkan oleh pelatih Fabio Capello.

"Milan adalah tim terbaik yang pernah saya mainkan, ada tiga pesepak bola Belanda, Ruud Gullit, Frank Rijkaard, dan Marco Van Basten. Ada juga Jean Pierre Papin, Dejan Savicevic, dan Boban. Sementara dua orang Italia terbaik di era itu, Franco Baresi dan Paolo Maldin," kata Boban.

Nama Boban pernah menjadi perbincangan hangat di seluruh dunia ketika melakukan aksi menendang polisi dalam pertandingan Dinamo Zagreb melawan Red Star Belgrade, saat terjadi perkelahian di tribun. Kapten Dinamo Zagreb ini yang memperkuat Zagreb pada 1985-1991 mengaku melakukan hal tersebut sebagai tanda melawan penindasan.

"Itu merupakan isyarat untuk kebebasan dan melawan penindasan. Selama bertahun-tahun kami ditindas dan ketika saya melihat mereka menghantam anak muda berkali-kali, saya tidak bisa diam. Sebelumnya saya tidak pernah terlibat perkelahian," kata dia.