Jumat , 08 December 2017, 00:37 WIB

Fassone: Permintaan UEFA kepada Milan Sulit Diwujudkan

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Israr Itah
EPA/MATTEO BAZZI
CEO AC Milan, Marco Fassone
CEO AC Milan, Marco Fassone

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- CEO AC Milan, Marco Fassone berencana meminta kelonggaran terkait Financial Fair Play (FFP) kepada UEFA. Sebab, Milan membutuhkan dana segar untuk membangun klub. Akan tetapi, ia sadar beberapa permintaan UEFA tidak mungkin berjalan mulus.

"Kami sudah memberikan dokumen-dokumen yang diperlukan dan ternyata permintaan UEFA sepertinya mustahil kami lakukan. Syarat yang mereka ajukan mungkin juga sulit dipenuhi oleh klub lain," ucap Fassone dilansir Football Italia, Kamis (7/12).

Fassone mengatakan, UEFA belum memutuskan apa pun terkait proposal Milan untuk sebuah kesepakatan sukarela mengenai parameter FFP.

"Tidak ada optimisme, kami tidak pernah berbicara. Ada keyakinan total bahwa keputusan akan diambil dengan iktikad baik, dan belum benar-benar diputuskan oleh mereka. Saya telah membawa masalah kesepakatan sukarela ini selama beberapa bulan terakhir. Apabila tidak mendapat tanggapan positif, kita harus mengerti klub mana yang bisa memanfaatkannya," urai dia.

Masih dalam kesepatan yang sama, Fassone turut menyesal dengan bocornya agenda rapat dengan petinggi UEFA di media masa. Menurutnya, hal itu tidak perlu terjadi pada organisasi sekelas UEFA.

"Saya cukup terkejut melihat berita hari ini. Detail pertemuan yang seharusnya berlangsung besok, sudah tersebar ke khalayak umum. Tidak ada yang bisa dilakukan karena ternyata itu permintaan dari UEFA."

Manajemen Milan ingin membiayai kembali pinjaman dari Elliott Management yang digunakan untuk memungkinkan pemilik baru Cina mengambil alih salam klub dari Silvio Berlusconi sekaligus berbelanja mahal pada bursa transfer musim panas. Akan tetapi, jika utang itu tidak dibayar kembali pada Oktober 2018, mereka perusahaan investor asal AS itu bisa mengambil alih kendali Milan.

"Batas waktu yang kami miliki adalah bulan Oktober 2018. Kami pikir bisa melakukannya pada musim semi, dan itulah yang sedang kami kerjakan," kata Fassone.

Dana besar yang digelontorkan Rossoneri selama bursa transfer musim panas lalu belum berbanding lurus dengan prestasi musim ini. Gianluigi Donnarumma dan rekan setim masih tertatih di peringkat kedelapan Serie A.