Sabtu , 17 June 2017, 23:53 WIB

Polemik Gianluigi Donnarumma

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Andri Saubani
EPA/MATTEO BAZZI
Gianluigi Donnarumma
Gianluigi Donnarumma

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Usai jor-joran untuk mendatangkan pemain jelang musim 2017/2018 bergulir, AC Milan terancam kehilangan salah satu penjaga gawang masa depan mereka, Gianluigi Donnarumma. Pemain berkebangsaan Italia itu memastikan telah menolak tawaran perpanjangan kontrak bersama Rossoneri dan memilih untuk mencari destinasi baru dalam kariernya.

Pada Kamis (15/6) Donnarumma melalui agennya, Mino Raiola, melakukan pertemuan dengan manajemen Milan untuk membahas masa depan si pemain di San Siro. Pertemuan yang berlangsung selama 40 menit di Casa Milan itu berbuntut pada penolakan perpanjangan kontrak portiere 18 tahun itu.

Dalam saga perpanjangan kontrak Donnarumma yang diprediksi bakal menjadi legenda Milan memilih jalan lain untuk berpaling ke klub lain. Penawaran sebesar 5 juta Euro dari Marco Fassone dan Massimo Mirabelli dimentahkan oleh sang kiper berikut agennya.

"Kami berkecil hati. Mino Raiola (agen Donnarumma) telah menyampaikan kepada saya keputusan bahwa Donnarumma untuk tidak memperbaharuinya. Ini keputusan terakhirnya di sini (Milan)," terang Fassone dalam konfrensi pers di Casa Milan dikutip La Gazzetta dello Sport, Kamis (15/6).

Penolakan perpanjangan kontrak Gigio (sapaan akrab Donnarumma) tentu mengurangi label bahwa kesetian pemain dalam sepak bola telah mati. Padahal kini Milan sedang berusaha membangun kembali skuat mereka agar lebih kompetitif setelah di musim sebelumnya terlempar di papan tengah.

Semangat dalam diri Gigio sejak awal kemunculannya selalu merefleksikan bahwa ia memiliki kesempatan untuk menjadi ikon Milan. Donnarumma sendiri pernah mengatakan ambisinya bersama Milan pada masa depan. "Saya selalu menjadi suporter Milan dan saya harus mengatakan ban kapten adalah impian saya, sebuah prestasi di perjalanan karier saya," terang Donnarumma pada Juli 2016 lalu, seperti dikutip dari Bleacher Reports.

Apabila ditinjau dari prespektif klub (Milan), tentu manajemen tidak bisa melakukan apapun untuk mempertahankan Donnarumma saat ini. Sebelumnya Mino Raiola meminta klausul pelepasan Gigio sebesar 50 juta euro. Namun, pihak klub menolak, karena mereka merasa yakin bisa mempertahankan Donnarumma.

Solusi yang ditawarkan Raiola itu tak berujung pada kesepakatan dari kedua belah pihak hingga akhirnya laporan terakhir menyebutkan Gigio ingin menuntaskan kisahnya di San Siro. Dengan keputusan itu, Raiola pun menerima sejumlah kritik dan hinaan atas perannya dalam hal ini. Para petinggi Milan merasa sangat tidak dihormati oleh tindakan agen yang pernah menjadi pengantar pizza ini.

Tetapi memang pada akhirnya Donnarumma lah yang membuat keputusan untuk tidak memperpanjang kontraknya. Dan di sisi lain, Donnarumma serta Raiola memiliki hak untuk meminta bayaran tinggi.

Sementara itu dari perspektif Donnaruma, idealnya eks pemain muda Inter Milan itu memilih untuk bertahan di Milan. Sebab di tempat lain, dengan lingkungan baru apalagi jika ia bermain di luar Italia, ia akan mendapatkan tekanan lebih besar di usianya yang baru menginjak 18 tahun. Karena selama di Milan pun sebenarnya Gigio tak luput dari kesalahan-kesalahan elementernya yang merugikan klub.

Di samping persoalan kenaikan gaji dan nilai kalusul Donnarumma, persoalan yang memperkeruh Raiola dengan Milan yakni munculnya hubungan baru Rossoneri dengan agen top lainnya, Jorge Mendes. Dilansir surat kabar Italia, hal itu menjadi menjadi salah satu pemicu gagalnya Milan mengikat perpanjangan kontrak dengan Donnarumma. Adapun, hal lain yang mengabarkan bahwa Raiola telah menyatakan kesepakatan di 'bawah tangan' dengan klub lain sebelum memutuskan bertemu dengan Milan.

Menurut Sporitalia, Jumat (16/6) Raiola sempat bertemu dengan direktur Juventus, Giuseppe Marotta dan Fabio Paratici di Milan. Tak ada yang mengetahui apa yang dibicarakan oleh ketiga orang tersebut, tapi indikasinya merujuk pada kiper bertinggi badan 1.96 meter yang bakal disiapkan untuk menjadi penerus Gianluigi Buffon ketika pensiun dari Bianconeri pada 2018.

Hal tersebut seperti diyakini oleh mantan penyerang Diavollo Rosso, Daniele Massaro, ia menyebutkan bahwa Donnarumma beserta agennya telah melakukan perjanjain lain dengan klub di luar Italia maupun di dalam. "Ketika Inter Milan datang ke saya dan menyodorkan kontrak dengan menjanjikan apapun, maka saya berjanji dalam hati saya untuk tidak beranjak pergi dari Milan. Saya pun memilih mengakhiri karier di Jepang demi menghormati Milan," terangnya kepada Football Italia, Sabtu (17/6).

Pria 56 tahun itu menambahkan jika Gigio bisa saja bergabung dengan seturu abadi Milan, yakni Juventus. "Drama perpanjangan kontrak ini sudah diketahui sebelum-sebelumnya. Saya merasa Donnarumma sudah mengadakan pembicaraan dengan klub lain dan dalam pandangan saya, ia akan bergabung dengan Juventus," sambunganya.

Mendengar keretakan antara Donnarumma dengan klubnya, Juventus pun tak menutup kesempatan untuk merekrut kiper kelahiran Napoli tersebut. Melalui Giuseppe Marotta, tujuan utama Juve saat ini bukanlah Donnarumma. Meskipun begitu, Juve tidak menutup peluang mendatangkan sang pemain. "Bisakah Juve merekrutnya? Sudah jelas bahwa Juve berhak memeriksa setiap peluang. Bila pemain ada di pasaran kami punya kewajiban untuk mencoba. Aoakah kami mengincarnya? Saat ini, tidak. Dia berbakat tapi kami harus membedakan antara bakat dan juara," kata Marotta kepada Corriere della Sera dilansir Football Italia.

Adapun Milan News mengklaim raksasa La Liga Real Madrid sedang rutin menghubungi Mino Raiola. Los Merengues bahkan menyatakan siap mengajukan tawaran pembuka senilai 30 juta Euro.

Jurnalis Italia, Gianluca di Marzio menyebut bahwa sang pemain telah memilih Real Madrid sebagai pelabuhan berikutnya. Kiper 18 tahun juga dilaporkan telah menolak semua tawaran yang datang dari klub lain seperti Paris-Saint Germain (PSG). Selain lewat berita-berita di media massa, jurnalis asal Italia tersebut menulis di media sosialnya tentang keinginan pribadi Donnarumma yang bermimpi tampil bersama Real Madrid.

Apa pun yang terjadi keputusan terabaik Milan adalah menjualnya pada musim ini dan menginvestasikan dana yang didapatkan untuk menambah manuver di mercato kali ini. Pasalnya jika tidak menjual Donnarumma, Milan akan merugi berlipat-lipat karena Gigio bisa didapatkan secara gratis oleh kesebelasan manapun.

Saat ini tinggal kita lihat apakah Donnarumma bisa sukses tanpa Milan atau tidak. Jika Milan tidak cukup baik bagi Donnarumma, hal itu juga tak menutup sebaliknya. Klub peraih tujuh gelar Liga Champions itu juga sudah mempersiapkan pelapis Donnarumma seperti Alessandro Plizzari, kiper akademi berusia 17 tahun, yang bisa menjadi hal-hal besar berikutnya. Mereka juga mengincar kiper lain seperti Mattia Perin, Norberto Neto, Pepe Reina, Bernd Leno, dan Wojciech Szczesny. Yang jelas Fassone dan Mirabelli akan sibuk menemukan pengganti Donnarumma.