Selasa , 11 July 2017, 07:37 WIB

Awal dari Berakhirnya Era Galacticos Real Madrid

Red: Andri Saubani
EPA/Mariscal
Rekrutan anyar Real Madrid, Theo Hernandez saat diperkenalkan di Santiago Bernabeu, Senin (10/7).
Rekrutan anyar Real Madrid, Theo Hernandez saat diperkenalkan di Santiago Bernabeu, Senin (10/7).

REPUBLIKA.CO.ID, Era Galacticos sepertinya akan berakhir di Real Madrid, meski setelah menjuarai Liga Champions dan Liga Spanyol, rasa lapar Real masih jauh dari terpuaskan. Dalam bursa transfer pemain, juara Eropa 12 kali itu kini tak lagi mengincar pemain bintang dengan harga selangit. Namun, mendatangkan bintang-bintang muda dengan potensi tertinggi.

Sebagian besar pujian untuk kesuksesan terkini tim semestinya diberikan kepada pemain-pemain seperti Casemiro atau Isco. Mereka adalah pemain yang tidak memiliki profil tertinggi namun lapar dan masih menuju masa puncak karier mereka.

Strategi mengincar calon bintang muda itu diintensifkan dengan perekrutan Theo Hernandez, Vinicius Junior, dan ketertarikan mereka terhadap pemain Real Betis, Dani Ceballos. Khusus nama terakhir, menurut beberapa sumber di Spanyol sedikit lagi akan menuju Stadion Bernabeu.

Bersama dengan bakat-bakat muda yang didatangkan dalam beberapa tahun terakhir seperti Marco Asensio dan Jesus Vallejo, presiden Florentino Perez berhati-hati saat membentuk tim dengan potensi besar dan banyak pemain lokal. Ini sangat jauh dari era Galacticos pada masa jabatan pertama Perez sebagai presiden. Pada awal 2000-an nama-nama besar seperti David Beckham, Luis Figo, Zinedine Zidane, dan Cristiano Ronaldo didatangkan ke sana.

Rekrutan terkini Real semacam itu adalah Gareth Bale pada 2013 dan James Rodriguez menyusul aksi briliannya pada Piala Dunia 2014. Namun, keduanya tidak masuk tim inti saat Real tampil di final Liga Champions saat mereka menang atas Juventus di Cardiff, dan sebagian besar orang tidak akan memasukkan mereka dalam tim terkuat.

Strategi Perez dalam merekrut super bintang global telah menguras uang namun bertujuan pula untuk mendongrak profil komersial klub. Kini,  pendekatan baru adalah mengenai menciptakan dinasti sepak bola -- tidak satupun dari para pemain baru yang sebelumnya telah dikenal luas di luar Spanyol.

Hernandez tampil gemilang di Alaves sebagai pemain pinjaman dari Atletico Madrid dan perekrutannya dengan nilai transfer 30 juta euro merupakan suatu 'kudeta'. Sementara itu, Vallejo bersinar di Eintracht Frankfurt setelah Real merekrutnya dari Real Zaragoza dua tahun silam dan meminjamkannya, pertama kembali ke bekas klubnya dan kemudian ke klub Jerman.

Kehilangan dua pemain Portugal yang menua Fabio Coentrao dan Pepe dan menggantikan mereka dengan Vallejo (20) dan Hernandez (19) akan meningkatkan persaingan di pertahanan Real, salah satu area yang dapat dikembangkan mereka dengan bukti musim lalu. Adapun Ceballos, yang merupakan pemain paling impresif di Piala Eropa U-21 di Polandia, juga menjadi incaran Barcelona.

Pemain 20 tahun itu adalah gelandang berpengaruh dan Real meyakinkan dia untuk bergabung ke klub ibu kota. Bersama Vinicius dan Hernandez, Ceballos melengkapi trio pemain muda yang sebelumnya juga dikaitkan dengan Barcelona.

Bukan merupakan kejutan untuk melihat Real terus melakukan rekrutan pemain-pemain besar. Namun, strategi klub kini lebih berpikir ke depan dan mereka dapat menuai berbagai penghargaan di masa-masa mendatang dengan mendominasi lanskap sepak bola dunia.






Sumber : Antara/Reuters