Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Membaca Kitab Riyadh al-Shalinin Karya Imam Nawawi

Selasa 26 Mar 2019 22:30 WIB

Red: Agung Sasongko

Kitab Riyadh Al-Shalihin karya Imam Nawawi

Kitab Riyadh Al-Shalihin karya Imam Nawawi

Foto: blogspot.com
Kitab Riyadh al-shalihun berisi rujukan dan nasihat,

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Abu Zakaria bin Yahya bin Syaraf an-Nawawy ad-Dimasyqy (631-676 H) atau lebih dikenal dengan nama Imam Nawawi. Beliau memiliki sejumlah karya yang sangat banyak. Di antara karya-karya beliau yang paling terkenal dan tersebar di semua kalangan adalah kitab Riyadh al-Shalihin.

Kitab ini memiliki keistimewaan karena terdapat berbagai hadis Nabi Muhammad SAW yang disarikan dari kitab-kitab hadis sahih dari Imam Bukhari, Muslim, Daud, Turmudzi, Nasai, dan lainnya. Karena itu, kitab yang berjudul Riyadh al-Shalihin min Kalami al-Mursalin ini dapat menjadi rujukan dan nasihat, permata bagi yang menerima nasihat, pelita bagi orang yang mengambil petunjuk, dan taman orang-orang saleh.

Baca Juga

Hal inilah yang menjadi sebab untuk mendapatkan kedudukan yang tinggi di kalangan ulama sehingga mereka memberikan syarah dan komentar serta mengajarkannya di halaqah-halaqah mereka.

Kitab ini termasuk kitab yang paling banyak tersebar dan dimiliki sehingga kemasyhurannya telah melangit dan mendapatkan kedudukan yang tinggi di kalangan orang-orang khusus dan awam. Bahkan, ia menjadi rujukan serta referensi bagi sejumlah umat dalam mencapai kehidupan orang-orang saleh.

Kitab ini terdiri atas 17 kitab, 265 bab, dan 1897 hadis. Beliau membuka mayoritas babnya dengan menyebut ayat-ayat Alquran yang sesuai dengan pembahasan hadis yang ada, lalu membuat tertib dan bab yang saling berhubungan sehingga kitab ini bisa mengalahkan kitab-kitab yang serupa dengannya.

Seperti diketahui, dalam kitab ini, Imam Nawawi menyusun urutan hadis berdasarkan topik pembahasan yang telah ditentukan berdasarkan pembagian bab per bab, topik per topik. Hadis-hadis Rasulullah dikelompokkan ke dalam bab-bab berdasarkan tema utama, misalnya shalat, zakat, jihad, doa, zikir, keutamaan membaca Alquran, dan sebagainya.

Kitab ini tersusun dari Muqaddimah, kitab al-Muqoddimah, kitab al-Adab, kitab al-Adab at-Tho'am, kitab Adab al-Libas, kitab Adab an-Naum wa al-Idhtija' [berbaring], kitab as-Salam, kitab Iyadah al-Maridh, kitab Adab as-Safar, kitab al-Fadhoil, kitab al-I'tikaf, kitab al-Haaj, kitab al-Jihad, kitab al-Ilm, kitab hamdillah ta'ala wa syukrihi, kitab Shalaat 'ala Rasulillah SAW, kitab al-Adzkar, kitab al-Da'wat, kitab al-Umur al-Munha 'anha, kitab al-Mantsurat wa al-Milh, dan kitab al-Isthighfar. Dan, tiap-tiap bagian memiliki bab-bab berdasarkan tema utama, misalnya shalat, zakat, jihad, doa, Alquran, dan sebagainya.

Karena itu, kitab ini terbilang sangat istimewa. Setidaknya, ada dua hal yang menjadi alasannya. Pertama, isi kandungannya yang memuat bimbingan yang dapat menata dan menumbuhkan jiwa serta melahirkan satu kekuatan yang besar untuk berhias dengan ibadah yang menjadi tujuan diciptakannya jiwa tersebut dan mengantarnya kepada kebahagiaan dan kebaikan.

Karena, kitab ini pada umumnya meliputi targhib dan tarhib serta kebutuhan seorang Muslim dalam perkara agama, dunia, dan akhiratnya. Kitab ini adalah kitab tarbiyah (pembinaan) yang baik serta menyentuh aneka ragam aspek kehidupan individual (pribadi) dan sosial kemasyarakatan dengan uslub (cara pemaparan) yang mudah lagi jelas yang dapat dipahami oleh orang khusus dan awam

Sumber : Islam Digest Republika
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA