Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Rahmad Darmawan: Saya Sudah Tafakur dan Istiqarah

Selasa 13 Des 2011 18:26 WIB

Red: Didi Purwadi

Rahmad Darmawan

Rahmad Darmawan

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Rahmad Darmawan menyatakan dirinya masih memiliki sejumlah kekurangan untuk menangani tim nasional. Karena itu, dia merasa perlu menimba ilmu kepelatihan dan mempersiapkan mental.

Pernyataan RD, sapaan Rahmad, ini disampaikan dalam surat pengunduran dirinya yang ditujukan kepada ketua umum PSSI, Djohar Arifin Husein, melalui sekjen Tri Goestoro beberapa saat lalu. Dalam surat itu, RD mengaku telah gagal menyumbangkan medali emas SEA Games 2011 seperti yang ditargetkan sebelumnya. Timnas U-23 harus puas mendapatkan medali perak setelah dikalahkan Malaysia di partai final.

Kendati demikian, RD mengaku tidak akan membuang kesempatan bila diminta menangani tim nasional. Namun, hal itu akan dilakukan bila ilmu dan mentalnya sudah bertambah.

“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya menghaturkan terima kasih atas kepercayaan PSSI yang telah memberikan saya kehormatan menjadi pelatih tim nasional, baik senior maupun U-23. Dari pengalaman karir saya melatih, itu lah kehormatan yang paling indah dan tinggi yang pernah saya terima dan kerjakan,” tulis RD di surat pernyataannya.

“Pada hematnya saya berusaha memberikan yang terbaik untuk PSSI, tapi memang Allah SWT mempunyai kehendak lain. Sehingga, saya hanya bisa mempersembahkan medali perak di SEA Games baru-baru ini. Padahal, kita bersama berharap bisa mendulang medali emas,” ujarnya. “Dari pengalaman itu, saya tafakur dan istiqarah. Ternyata saya masih perlu menimba ilmu lagi. Saya harus banyak belajar pengetahuan sepakbola maupun mental untuk melatih tim nasional.”

Karena alasan tersebut, RD akhirnya memutuskan mundur dari posisi pelatih timnas U23 Indonesia. “Dengan hati yang berat dan niat yang tulus serta pikiran yang bersih, dengan ini saya mengajukan pengunduran diri sebagai pelatih tim nasional PSSI per 13 Januari 2012.”

Pada hematnya, RD akan tetap membantu PSSI dan sepakbola nasional dengan aktif melatih klub. RD dan keluarga berharap suatu saat nanti dirinya bersedia kembali menangani tim nasional jika PSSI masih membutuhkannya. Tapi, itu tetap dengan catatan ilmu dan mentalnya sudah bertambah.

sumber : goal
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA