Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Polda Akan Berikan Sanksi Keras Jika Suporter Persija-Persib Rusuh

Kamis 06 Mar 2014 12:37 WIB

Red: Taufik Rachman

Suporter Persib Bandung

Suporter Persib Bandung

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
<p>REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG--Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat mengatakan akan memberikan sanksi keras jika suporter Persib dan Persija masih melakukan keributan atau kerusuhan, jika melanggar komitmen islah antara Viking dan The Jack, di Bekasi dilanggar.

"Di Bekasi itu kita pertemuan perdamaian antara Viking dan The Jack Mania. Dan kalau ada kerusuhan, setelah upaya islah ini saya akan memberikan sanksi keras," kata Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Mochamad Iriawan, di Kota Bandung, Kamis.

Saksi keras untuk dua suporter bola tersebut, kata Kapolda Jabar, ialah pihaknya tidak akan memberikan izin pertandingan Persib VS Persija di wilayah hukum Jawa Barat. "Saya tidak akan mengizinkan laga Persib VS Persija di Jabar. Silahkan main di luar Jawa Barat. Ini untuk kita semua, untuk Jawa Barat," kata dia.

Pihaknya memiliki rencana tersendiri agar bisa menyatukan dua suporter bola tersebut dan menyudahi "permusuhan" antara Viking dengan The Jack Mania.

"Bahkan, saya akan punya pola kalau Persija main di sini, pakai bus Persib. Bahkan, yang ngawal itu Bobotoh Persib di sana. Begitu pun sebaliknya. Itu supaya jadi kebersamaan, antara dua suporter," ujar Iriawan.

Ketika ditanyakan apakah dengan adanya islah tersebut maka Polda Jabar memberikan "lampu hijau" bagi laga Persib VS Persija, Kapolda mengatakan bisa saja. "Insya Allah, mungkin sudah mengarah ke sana," kata dia.

Akan tetapi, lanjut Iriawan, keputusan pelaksanaan laga antara Persib VS Persija sepenuhnya ada di tangan panitia dan PSSI. "Besok mau rapat penentuan jadwal pertandingan apakah sesudah atau sebelum pemilu, itu tempatnya di PSSI," ujarnya.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA