Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Klub Terancam Terpelosok di Lubang Sama

Senin 10 Agu 2015 07:06 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Fernan Rahadi

ISL

ISL

Foto: ANTARA

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah tiga bulan vakum, Induk organisasi sepak bola Indonesia, PSSI memutuskan Indonesia Super League (ISL) kembali digelar. Tidak hanya strata tertinggi saja, PSSI juga bakal memutar kompetisi Divisi Utama (DU), Liga Nusantara, dan kategori umur. Hal itu diketahui setelah Komite Eksekutif PSSI melakukan rapat dengan ketua umum dan juga wakil ketua.

Sebenarnya niatan untuk memutar kembali kompetesi Liga Indonesia sudah ada sejak PSSI memenangkan gugatannya di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. dalam putusannya, PTUN membatalkan Surat Keputusan (SK) milik Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). SK bernomor 01307 tahun 2015 itu terkait sanksi administratif yang dijatuhkan kepada PSSI. 

"Melalui rapat ini kami tegaskan, ISL, DU dan kompetisi lainnya segera bergulir. Kami akan berkomunikasi dengan pihak kepolisian bukan BOPI," tegas wakil ketua umum PSSI, Hinca Panjaitan, beberapa waktu lalu.

Salah satu poin keputusan PTUN adalah Kemenpora wajib mencabut SK tersebut yang telah diterbitkan pada 18 April silam. Artinya segala program yang bakal dilakukan oleh PSSI dapat kembali dijalankan.  Sebelumnya semua semua aktivitas yang dilakukan oleh PSSI tidak diakui oleh pemerintah karena SK administratif itu. Salah satunya ISL yang sempat berjalan beberapa laga.

Kemudian menyikapi hasil keputusan tersebut, PSSI bersama PT Liga Indonesia sepakat, ISL digulirkan pada pekan ketiga Oktober dan tidak ada perubahan peserta, yakni 18 klub, termasuk Persebaya Surabaya dan Arema Cronus. Untuk DU rencananya diputar mulai  pekan kedua November dengan tidak ada perubahan peserta.
Selanjutnya kompetisi Liga Nusantara dimulai pada November  2015 atau Januari 2016 mendatang. Kemudian untuk kompetisi kategori umur akan diputar pada Februari 2016.

Namun rencana matang PSSI dan PT Liga Indonesia selaku operator terancam tidak berjalan mulus. Tidak hanya itu, klub peserta juga terancam terpelosok ke dalam lubang yang sama, terutama peserta ISL. Sebelumnya 18 peserta ISL mengalami kerugian yang cukup besar, baik secara materil maupun imateril, akibat ISL diberhentikan di tengah-tengah berlangsungnya kompetisi.

Kini peristiwa merugikan tersebut kembali membayang-bayangi mereka. Hal ini diketahui setelah Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) menganggap PSSI melanggar aturan jika tetap menggelar ISL. BOPI beralasan SK bernomor  01307 tahun 2015 belum sepenuhnya dicabut.  "Kalau menurut saya, jika ISL tetap berjalan itu artinya pelanggaran aturan yang ada," Sekretaris Jenderal BOPI, Heru Nugroho, Selasa (4/8).

Selain itu pihak kepolisan juga tidak akan memberikan izin keramaian tanpa adanya rekomendasi BOPI. Sebab jika ada kegiatan olahraga profesional harus ada permohonan rekomendasi. Jadi kalau menurutnya sebagai kompetisi yang diikuti oleh ISL, proses tersebut harus dilalui harus melalui rekomendasi BOPI terlebih dulu. Namun hingga saat ini PT Liga Indonesia disebunya belum mengajukan permohonan rekomendasi kepada BOPI.

Sementara itu sejumlah klub ISL juga merasa belum yakin sepenuhnya kompetisi ISL akan berjalan tanpa hambatan. Maka heran hingga saat ini merela masih merasa cemas, jika peristiwa beberapa bulan silam kembali terulang lagi. Di antaranya klub yang bermarkas di kota Dewata Bali, Bali United Pusam.

CEO Bali United Pusam, Yabes Tanuri, merasa khawatir meski PSSI telah memutuskan untuk menggulirkan ISL pada pekan ketiga Oktober mendatang. Sebab, saat ini Kemenpora sendiri masih belum mau untuk mempersilahkan ISL bergulir. Kata Yabes, tidak menutup kemungkinan di tengah-tengah kompetisi, Kemenpora kembali memberhentikan karena gugatannya menang di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN).

Yabes menyatakan pihaknya tidak ingin ikut campur urusan antara Kemenpora dengan PSSI. Bagi Bali United yang terpenting adalah kompetisi berjalan kembali. "Kami hanya peserta, kami cuma mau kompetisi berjalan. Masalah SK  dan lain-lain itu urusan dua kubu (PSSI dan Kemenpora) silahkan selesaikan, tapi ISL tetap jalan," harap Yabes, saat dihubungi melalui seluler.

Sebelumnya, Barito Putera juga mengungkapkan kekhawatirannya. Bahkan klub berjuluk Laskar Antasari itu masih enggan untuk mengumpulkan para penggawanya yang telah dibubarkan. Mereka masih khawatir jika ISL tidak bisa berjalan kembali seperti sebelumnya. Menurut media officer Barito Putera, Denny Nizar kekhawatiran pihakya merupakan hal yang wajar mengingat ISL pernah berhenti di tengah jalan akibat adanya SK Kemenpora.  Apalagi Kemenpora sendiri ada niatan untuk mengajukan banding hasil PTUN.

Hal yang sama juga dikhawatirkan finalis ISL musim lalu, Persipura Jayapura. Sekretaris Umum Tim Mutiara Hitam, Rocky Babena menginginkan adanya jaminan jika ISL bisa berjalan tanpa ada gangguan lagi. Menurutnya, jaminan itu diperlukan agar apa yang akan dipersiapkan tidak berujung sia-sia. Disebutnya, tim asal Papua itu  masih trauma dengan berhentinya ISL di tengah jalan pada musim sebelumnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA