Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Menpora Bantah Izinkan Judi dalam Sepak Bola

Kamis 13 Aug 2015 18:10 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: M Akbar

Menpora Imam Nahrawi.

Menpora Imam Nahrawi.

Foto: Antara/Widodo S. Jusuf

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi membantah telah mengizinkan perjudian dalam pertandingan sepak bola di Tanah Air. Politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menegaskan perjudian adalah biang penyakit yang sudah merusak kompetisi olahraga di Indonesia.

"Bagaimana mungkin saya mengizinkan perjudian. Wong rusaknya prestasi dan fairplay bola di Tanah Air itu kan karena adanya perjudian," katanya melalui pesan singkat yang diterima ROL, Kamis (13/8).

"Itulah yang sekarang ini sedang kita hadapi untuk melawannya saat ini," sambung dia.

Imam menegaskan, di negara yang masih sangat menjunjung tinggi nilai keagamaan, perjudian tentunya menjadi aktivitas yang haram di bumi Indonesia. "Segala bentuk perjudian itu, haram menurut hukum dan agama," ujar dia.

Sebelumnya, Kamis (13/8) muncul pemberitaan yang menyebutkan Menpora tak melarang adanya aktivitas perjudian dalam pertandingan sepak bola. Hal tersebut disampaikan ketika ia hadir dalam seminar dan diskusi nasional Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia (UI), Depok.

Ia mengatakan, judi dalam pertandingan sepak bola itu sebagai aktivitas lumrah. Bahkan, sudah mahfum di pertandingan-pertandingan internasional. Tapi yang tidak boleh adalah aktivitas ilegal berupa pengaturan skor atau angka kemenangan.

"Tidak melarang judi dalam sepak bola. Tapi jangan dijadikan judi untuk mengatur skor," demikian pernyataan Imam.

Namun, dalam sanggahannya, Imam menegaskan, pemberitaan atas ucapannya itu adalah pelintiran. "Nggak benar (berita) itu. Judi itu haram. Mana mungkin saya mengizinkannya," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA