Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Liga Santri Nusantara Masuki Babak 16 Besar

Ahad 27 Sep 2015 18:46 WIB

Red: M Akbar

Ben Kasyafani (berdiri, tiga dari kiri) dan Menpora Imam Nahrawi (berdiri, dua dari kanan) berada dalam satu tim di pertandingan eksibisi pembukaan ajang Liga Santri Nusantara 2015

Ben Kasyafani (berdiri, tiga dari kiri) dan Menpora Imam Nahrawi (berdiri, dua dari kanan) berada dalam satu tim di pertandingan eksibisi pembukaan ajang Liga Santri Nusantara 2015

Foto: ist

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kompetisi sepak bola usia di bawah 17 tahun Liga Santri Nusantara (LSN) 2015 yang diprakarsai oleh Kemenpora memasuki babak 16 besar setelah semua zona menyelesaikan babak penyisihan.

Pertandingan 16 besar yang akan mempertemukan juara masing-masing zona pada tanggal 22 Oktober mendatang.

Meski pertandingan 16 besar masih relatif lama, persiapan sudah dilakukan oleh semua tim, termasuk juara zona Jakarta, yaitu tim sepak bola Pondok Pesantren (PP) Al Ikhlas. Tim yang diasuh oleh M. Ridwan ini bahkan mengaku sudah siap untuk melawan juara lintas zona.

"Setelah selesai bertanding kami selalu melakukan evaluasi. Kami ingin di babak 16 besar bisa bermain lebih baik lagi. Apalagi, lawan di babak 16 besar akan jauh lebih kuat," kata Pelatih PP Al Ikhlas M. Ridwan, Ahad (27/9).

Pondok Pesantren Al Ikhlas menjuarai LSN zona Jakarta setelah pada pertandingan final di Lapangan Ragunan, Jakarta, Sabtu (26/9), menang telak 7-0 dari PP Asshiddiqiyah. Kemenangan ini dinilai sangat berharga karena merupakan hasil kerja keras semua pemain.

Sementara itu Koordinator Wilayah LSN 2015 Zona Jakarta Haryanto Banca mengatakan bahwa berakhirnya pertandingan di zona Jakarta maka seluruh babak penyisihan antarzona selesai. Selanjutnya, 16 tim terbaik dibagi dalam empat grup.

"Ke-16 tim ini akan bersaing kembali untuk menuju babak final yang sesuai dengan rencana akan digelar di Surabaya, 10 November mendatang," katanya.

Liga Santri Nusantara 2015 merupakan salah satu terobosan yang dilakukan oleh Kemenpora. Kompetisi yang memperebutkan hadiah utama Rp100 juta ini diikuti 192 tim yang berasal dari pondok pesantren dari 10 provinisi, di antaranya Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA