Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Jika tak Mau Gabung Tim Ad-Hoc PSSI, Ini 3 Penilaian Buat Pemerintah

Jumat 04 Dec 2015 17:34 WIB

Red: M Akbar

Dali Tahir

Dali Tahir

Foto: pssi-football.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dali Tahir, mantan anggota Komite Etik FIFA, memberikan penilaiannya terhadap sikap pemerintah yang hingga kini masih bersikeras dalam upaya memperbaiki hubungan dengan PSSI.

Menurut Dali, pembentukan Tim Kecil yang dilakukan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nachrawi, akan membuat Indonesia terus menjalani hukuman dari FIFA. Ia mengatakan FIFA sudah memutuskan untuk segera dibentuk Komite Ad Hoc PSSI sebagaimana usulan dari delegasi FIFA/AFC dalam sidang Exco Meeting FIFA di Zurich, Kamis (3/12) waktu setempat.  (Baca: Kemenpora akan Tolak Desakan FIFA Terkait Komite Ad-Hoc)

''Kalau pemerintah tetap menolak bergabung dengan Tim Adhoc-PSSI berarti dalam Kongres Tahunan FIFA itu akan diputuskan sanksi Indonesia berlanjut. Ini berbahaya karena kita hanya bisa lepas dari sanksi saat Kongres Tahunan FIFA 2017,'' ujarnya seperti dilansir dari laman resmi PSSI, Jumat (4/12).

Dali menilai setidaknya ada tiga kesimpulan yang bisa diambil apabila pemerintah tidak ingin bergabung dengan tim Ad Hoc PSSI. Pertama, pemerintah memang tidak berniat mentaati statuta FIFA. Kedua, pemerintah memang tidak berkeinginan duduk bersama dengan stake holder PSSI.

Ketiga, pemerintah memang tidak berkeinginan untuk memperbaiki tata kelola sepakbola Indonesia seperti yang diproklamirkan selama ini. (Jangan lewatkan: FIFA Sahkan Komite Ad-Hoc Reformasi PSSI)

Dampak dari semua ini, kata Dali, sepakbola dipastikan tidak dipertandingkan pada saat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018 karena FIFA/AFC tidak akan mengirimkan perangkat pertandingan ke negara yang terkena sanksi FIFA. ''Saya jadi ragu Asian Games 2018 bisa digelar tanpa sepakbola,'' ujarnya. 

Ikuti terus informasi terbaru dari sepak bola nasional dengan klik di sini

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA