Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Klopp Frustasi Liverpool Dipermalukan MU di Anfield

Senin 18 Jan 2016 01:52 WIB

Rep: Gilang Akbar Prambadi/ Red: Karta Raharja Ucu

Juergen Klopp

Juergen Klopp

Foto: REUTERS/Cathal McNaughton

REPUBLIKA.CO.ID, MERSEYSIDE -- Pelatih Liverpool, Juegen Klopp, mengaku frustasi setelah timnya dilumat Manchester United di Anfield Stadium. Di laga lanjutan Liga Premier Inggris itu, Liverpool dipermalukan MU dengan skorer 0-1.

Menguasai laga dengan membuat 23 tembakan, Klopp menyebut Liverpool hanya kalah efektif dari MU. Padahal, MU hanya punya satu tendangan tepat sasaran via Wayne Rooney di menit ke-78.

(Baca Juga: Van Gaal Girang MU Hajar Liverpool)

“Kami melakukan banyak pekerjaan baik dalam laga tadi. Membuat banyak peluang tapi penyelesaian akhir kami buruk," kata Klopp seperti dikutip dari Liverpool Echo usai laga, Senin (18/1).

"Kami lalu melepaskan Maroune Fellaini yang bisa menyundul bola, mengenai mistar lalu bola mengarah ke Wayne Rooney dan sekali lagi kami melepas kawalan hingga akhirnya gol."

(Baca Juga: MU Taklukkan Liverpool Lewat One Shot One Goal)

Pelatih berusia 48 tahun ini berujar, kesalahan sedikit apapun akan sangat fatal melawan tim dengan kualitas pemain seperti United. Ia pun mengakui anak asuhnya kesulitan menyarangkan bola ke gawang David De Gea.

“Dalam momen ini, kami frustasi tapi kami harus melanjutkan musim dan kami akan melakukannya,” kata Klopp.

Kekalahan itu membuat Liverpool harus rela terpaku di peringkat kesembilan dengan 31 poin. Posisi the Reds masih bisa turun karena Watford yang punya 29 poin di peringkat ke-12 baru akan melakoni laga ke-22nya melawan Swansea City Selasa (19/1). Sementara MU naik ke peringkat lima klasemen sementara dengan raihan 37 poin, menggeser West Ham United yang punya 35 angka.

(Baca Juga: Rooney Pecahkan Rekor Thiery Henry)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA